PALU (kabarpublik.id) – Kamar Dagang dan Industri (KADIN) dari empat kabupaten di Sulawesi Tengah (Sulteng) bersama pelaku industri menandatangani kesepakatan hilirisasi empat komoditas unggulan daerah, yakni durian, kopi, kelapa, dan kakao.
Kesepakatan tersebut digelar di Hotel Best Western Plus Coco Palu, Minggu (28/9/2026), dan disaksikan Menteri UMKM RI Maman Abdurrahman, Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin) Abdul Kadir Karding, serta Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid.
Pengusaha industri dan hilirisasi, Surya Getto, mengatakan kerja sama tersebut menjadi langkah awal untuk mendorong empat komoditas unggulan Sulteng masuk ke tahap pengolahan, pengembangan produk, peningkatan nilai tambah, hingga perluasan akses pasar.
“Penandatanganan ini merupakan tahap awal yang selanjutnya akan ditindaklanjuti melalui dokumen teknis dan kerja sama konkret sesuai kebutuhan lapangan,” kata Surya.
Menurut dia, hilirisasi diharapkan dapat membangun ekosistem industri yang melibatkan pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat sehingga manfaat ekonomi dari komoditas unggulan daerah dapat meningkat.
Salah satu bentuk konkret pengembangan hilirisasi yang dirancang adalah mengolah empat komoditas tersebut menjadi produk es krim Nambaso dengan varian rasa durian, kopi, kelapa, dan cokelat.
Kesepakatan tersebut ditandatangani Ketua KADIN Parigi Moutong Faradiba Zaenong, Ketua KADIN Poso Andy Abdi Wahid, Ketua KADIN Morowali Tasrun, dan Ketua KADIN Sigi Harry Ramdhani bersama Surya Getto selaku perwakilan industri dan hilirisasi.
Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid turut memberikan dukungan terhadap kesepakatan tersebut.
Surya mengatakan keterlibatan gubernur menjadi bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap percepatan pembangunan ekosistem industri berbasis komoditas unggulan di Sulawesi Tengah.
Sementara itu, Ketua KADIN Parigi Moutong Faradiba Zaenong mengatakan KADIN di tingkat kabupaten akan berperan memfasilitasi keterlibatan pelaku usaha, UMKM, produsen, serta rantai pasok bahan baku lokal.
Adapun pihak industri akan berperan dalam menyiapkan teknologi pengolahan, pengembangan produk, pengemasan, standardisasi, strategi pemasaran, hingga membuka akses pasar.
“Penandatanganan ini menjadi titik awal untuk membangun tahapan berikutnya, mulai dari ketersediaan bahan baku, kualitas dan kontinuitas produksi, teknologi pengolahan, investasi, sertifikasi, hingga strategi ekspor,” ujar Faradiba.
Ia mengatakan kerja sama tersebut menjadi bagian dari momentum “Deklarasi Perkarantinaan: Gerakan 1000 Pengusaha UMKM dari Bumi Tadulako Menuju Pasar Global”.
Menurut Faradiba, hilirisasi menjadi langkah untuk mendorong perubahan pola usaha dari penjualan bahan mentah menuju pengembangan produk olahan khas Sulawesi Tengah.
“Ini sebuah langkah strategis untuk mengubah paradigma dari sekadar menjual bahan mentah menjadi membangun produk olahan khas Sulteng yang bernilai tambah, memiliki merek kuat, dan berdaya saing global,” katanya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Menteri UMKM RI Maman Abdurrahman, Kepala Badan Karantina Indonesia Abdul Kadir Karding, Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid, Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny A. Lamadjido, serta Ketua Umum KADIN Sulawesi Tengah Gufran Ahmad.





