Breaking News
Live Update Berita Terkini

Dokter Ingatkan Demam Tinggi Tanpa Gejala Lain Bisa Jadi Tanda Infeksi Saluran Kemih pada Anak

Jumat, 19 Jun 2026
Editor: Eky
Penulis: @ANT
Dokter Spesialis Anak Subspesialis Nefrologi Rumah Sakit Pondok Indah dr. Henny Adriani Puspitasari, Sp.A., Subsp.Nefro dalam diskusi kesehatan ginjal di Jakarta, Jumat (19/6/2026). (ANTARA/Farika Nur Khotimah)
Dengarkan dgn suara Siap
13.8K pembaca

Jakarta (kabarpublik.id) – Orang tua diminta lebih waspada jika anak mengalami demam tinggi tanpa disertai gejala penyakit lain seperti batuk, pilek, muntah, atau diare. Kondisi tersebut dapat menjadi tanda infeksi saluran kemih (ISK), salah satu gangguan yang cukup sering ditemukan pada anak.

Dokter Spesialis Anak Subspesialis Nefrologi, dr. Henny Adriani Puspitasari, Sp.A., Subsp.Nefro, mengatakan demam tanpa penyebab yang jelas merupakan gejala yang paling sering muncul pada bayi berusia di bawah 24 bulan yang mengalami ISK.

“Pada bayi di bawah usia 24 bulan, gejala yang paling sering ditemukan adalah demam tanpa sumber yang jelas,” kata Henny dalam diskusi kesehatan ginjal di Jakarta, Jumat (19/6).

Menurut anggota Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) tersebut, masih banyak orang tua yang menganggap demam pada anak selalu berkaitan dengan infeksi saluran pernapasan atau gangguan pencernaan. Padahal, infeksi saluran kemih juga dapat menyebabkan demam tinggi meski tidak disertai keluhan lain.

Ia menjelaskan, anak dengan ISK dapat mengalami demam hingga 38,5 derajat Celsius bahkan mencapai 40 derajat Celsius tanpa gejala yang mengarah pada penyakit tertentu.

Selain demam, bayi dan balita yang mengalami infeksi saluran kemih juga dapat menunjukkan tanda gagal tumbuh, seperti berat badan yang tidak bertambah sesuai usia.

Pada bayi baru lahir atau neonatus, gejala ISK sering kali lebih sulit dikenali. Orang tua perlu mewaspadai kondisi bayi yang mengalami kuning berkepanjangan atau infeksi berat tanpa penyebab yang jelas.

Sementara itu, pada anak usia di atas dua tahun, gejala umumnya lebih mudah dikenali karena anak sudah dapat mengungkapkan keluhannya. Beberapa tanda yang sering muncul antara lain nyeri perut, nyeri saat buang air kecil, anyang-anyangan, serta peningkatan frekuensi buang air kecil secara tiba-tiba.

Orang tua juga disarankan memperhatikan kondisi urine anak. Urine yang tampak keruh atau berbau lebih menyengat dari biasanya dapat menjadi indikasi adanya infeksi.

Jika infeksi semakin parah, anak dapat mengalami demam yang disertai nyeri punggung bawah, muntah, atau diare.

Henny menegaskan bahwa infeksi saluran kemih merupakan salah satu penyebab gangguan ginjal yang cukup sering ditemukan pada anak. Karena itu, deteksi dan penanganan sejak dini sangat penting untuk mencegah komplikasi yang lebih serius.

No More Posts Available.

No more pages to load.