Dinas P2PA Provinsi Gorontalo Gelar Sosialisasi Pencegahan Kekerasan di Medsos

BERITA, DAERAH, GORONTALO60 Dilihat

Laporan : Ifan Saluki
Editor : YR 

GORONTALO [kabarpublik.id] – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2PA) Provinsi Gorontalo menggelar sosialisasi bertema “Persepsi Orang Tua Terhadap Anak Sebagai Pengguna Media Sosial – TikTok dalam Menjaga Harkamtibmas di Gorontalo” di Meeting Room Dulohupa Orasawa, Kabupaten Gorontalo, Selasa (02/07/2024).

Sosialisasi ini bertujuan untuk mencegah kekerasan cyberbullying, dan bullying di platform media sosial seperti TikTok.

Kepala Dinas P2PA Provinsi Gorontalo, dr. Yana Yanti Suleman, dalam sambutannya, menyampaikan bahwa inisiatif ini merupakan langkah penting dalam melindungi anak-anak dan remaja dari berbagai bentuk kekerasan digital.

“Cyberbullying dan bullying di media sosial merupakan isu yang semakin mengkhawatirkan. Anak-anak dan remaja sangat rentan menjadi korban kekerasan digital ini. Oleh karena itu, kami merasa perlu untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya yang ditimbulkan serta cara-cara efektif untuk mencegahnya,” ujar dr. Yana.

Dalam kesempatan itu, dr. Yana memaparkan data kekerasan seksual yang dipicu oleh media sosial di Gorontalo. Menurut data, Kabupaten Gorontalo mencatat angka tertinggi dengan 100 kasus kekerasan seksual, 19 kasus kekerasan fisik, dan 7 kasus trafficking.

Sementara itu, Kabupaten Boalemo mencatat 30 kasus kekerasan seksual dan 42 kasus kekerasan fisik. Kabupaten Bone Bolango mencatat 63 kasus kekerasan seksual, 3 kasus psikis, dan 30 kasus kekerasan fisik.

Kabupaten Gorontalo Utara sendiri mencatat 35 kasus kekerasan seksual, 4 kasus penelantaran, dan 2 kasus kekerasan fisik. Kemudian Kota Gorontalo mencatat 22 kasus kekerasan seksual, 3 kasus penelantaran, 9 kasus kekerasan fisik, dan 6 kasus psikis. Terakhir, Kabupaten Pohuwato mencatat 28 kasus kekerasan seksual, 2 kasus penelantaran, 36 kasus kekerasan fisik, dan 9 kasus psikis.

dr. Yana mengungkapkan bahwa anak-anak dan remaja adalah kelompok yang paling sering menjadi korban. Dampak dari cyberbullying ini sangat merugikan, mulai dari penurunan prestasi akademik, masalah kesehatan mental, hingga risiko bunuh diri.

“Pendidikan digital sangat penting. Kami ingin masyarakat, terutama para orang tua dan pendidik, memahami bagaimana cara kerja media sosial dan bagaimana mereka dapat melindungi anak-anak dari konten negatif dan perilaku merugikan,” jelasnya.

dr. Yana juga menegaskan komitmen Dinas P2PA Provinsi Gorontalo untuk terus mengadakan kegiatan serupa di masa mendatang.

“Kami akan terus berupaya menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung bagi seluruh warga, terutama anak-anak dan remaja, dalam memanfaatkan teknologi dan media sosial. Kami juga akan menjalin kerjasama dengan berbagai pihak untuk memperluas jangkauan sosialisasi dan edukasi ini,” tutup dr. Yana.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk perwakilan dari organisasi perempuan, lembaga pendidikan, Forum Anak Kabupaten Gorontalo, Peskos Kabupaten Gorontalo, serta aparat penegak hukum.

Sosialisasi ini mendapat respons positif dari berbagai kalangan. Mereka berharap upaya ini dapat mengurangi kasus cyberbullying dan bullying di Gorontalo serta mendorong penggunaan media sosial secara lebih bijak dan positif.

Melalui inisiatif ini, diharapkan masyarakat Gorontalo dapat lebih sadar dan waspada terhadap bahaya kekerasan digital serta memanfaatkan teknologi untuk kebaikan bersama.

Apa Reaksi Anda?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

Komentar