DAMAR PANULUH NUSANTARA KEMBALI TEMUKAN LUMPANG KUNO SAAT BANGUN TOILET

Rabu, 1 Apr 2020
Dengarkan dgn suara Siap
6.4K pembaca

Laporan : Didik Setiadi (JMSI)

Editor : Mahmud Marhaba

Gambar konten
Sumber: Kabarpublik.id

KEDIRI [KP] – Museum Mini Kampung Sentanan berada di Desa Tunglur Kecamatan Badas Kediri Jawa Timur. Museum yang berjarak sekitar 5 kilometer arah utara Kota Pare ini memang sangat unik, karena terbuat dari pohon bambu dan luas bangunannya 6 X 8 meter.

Saat ini, museum itu sedang melengkapi sarana dan prasarana untuk pengunjung dengan membangun kamar mandi. Saat pengerjaan, ditemukan sebuah Lumpang Kuno dibawah pohon Pisang berjarak sekitar 10 meter dari lokasi pembangunan.

“Disela-sela ngobrol istirahat, tiba-tiba pandangan kami diarahkan ke sekitar pohon pisang. Begitu kami dekati ternyata gundukan itu adalah sebuah batu besar. Kemudian kami ijin doa pada leluhur dengan mencongkel batu tersebut yang ternyata sebuah Lumpang Kuno. Rencananya Lumpang Kuno itu akan dibersihkan dahulu dan diselamatkan dijadikan satu di Museum. Tentu ini menambah lagi jumlah koleksi artefak yang ada di Museum,” jelas Rian Tim Damar Panuluh Nusantara..

Perlu diketahui, didalam Museum yang tergolong antik sedunia ini menyimpan banyak sekali artefak yang diduga peninggalan leluhur dari masa peralihan Kadhiri – Majapahit. Museum  yang digagas paguyuban Abdi Dalem Sentanan dan Komunitas Penyelamat dan Pelestari benda-benda peninggalan leluhur yaitu Damar Panuluh Nusantara (DPN) ini diharapkan bisa menjadi tempat kunjungan bersejarah atau bisa juga dijadikan tempat wisata sejarah. 

Saat ini Museum Mini Kampung Sentanan sedang giat melakukan kerja bakti lanjutan untuk menyelesaikan pembuatan kamar mandi atau Toilet yang sempat tertunda beberapa bulan yang lalu. Kamar mandi ini dibangun beberapa meter arah utara dari Museum dan menempati tanah hibah dari Mbah Shodik, warga setempat yang juga anggota Abdi Dalem Museum Kampung Sentanan. Harapan Mbah Shodik, bangunan 2 lokal Kamar Mandi diperuntukkan bagi para tamu yang ingin berkunjung ke Museum. 

Terpisah, Rokhani, Ketua Paguyuban Abdi Museum Kampung Sentanan saat ditemui oleh kabarpublik.id mengatakan, bahwa pihaknya memang ingin secepatnya melengkapi sarana dan prasarana untuk Museum agar memudahkan para tamu mendapatkan sarana MCK. 

“Biaya untuk pembangunan Sarana Prasarana ini kami dapatkan dari sumbangan para pengunjung dan kepedulian orang-orang tentang keberadaan Museum ini tanpa adanya campur tangan dari Pemerintahan Desa ataupun Dinas terkait. Ini murni dari Swadaya dan bantuan dari orang-orang yang tidak mau disebutkan namanya,” tegas Mbah Rokhani, Rabu, (01/04/2020).

Dengan  didampingi Tim Damar Panuluh Nusantara dari sisi pengungkapan jejak leluhur, para Abdi Dalem Sentanan berharap  kedepan, Museum Kampung Sentanan yang diyakini benda-benda bersejarahnya peninggalan Mpu Bahula ( Putra Mpu Baradah ) / Dyah Ratna Mangali (Putri Mpu Kuturan/ Ibu Girah Calonarang) ini bisa menjadi Destinasi Wisata untuk menelusuri jejak leluhur. Siapa yang tidak mengenal Mpu Bahula dan Dyah Ratna Mangali, kedua tokoh ini tidak akan bisa di lepaskan dari seorang Janda Girah yang di duga menjadi tokoh sentral Calon Arang di wilayah Kediri.#[KP]

No More Posts Available.

No more pages to load.