oleh

DAGING CELENG UNTUK OPLOSAN BAKSO DAN RENDANG DIUNGKAP POLRES CIMAHI

CIMAHI [KP] — Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Cimahi Polda Jawa Barat (Jabar) berhasil mengungkap kasus pengoplosan daging celeng dengan daging sapi yang dijual kepada masyarakat sebagai bakso dan rendang.

Hal tersebut disampaikan Kapolres Cimahi AKBP M. Yoris Maulana Yusuf Marzuki, S.I.K. didampingi Kasat Reskrim dan Pejabat Utama Polres Cimahi saat konferensi pers di Mako Polres Cimahi, Selasa (30/06/2020).

Kapolres Cimahi menjelaskan kasus tersebut berawal dari pasangan suami istri berinisial T (45 tahun) dan R (24 tahun) yang menjual daging celeng atau babi hutan di wilayah hukum Polres Cimahi Polda Jabar.

“Ketika diamankan, sepasang suami istri tersebut mengakui bahwa perbuatannya sudah dilakukan sejak tahun 2014, dan sudah memiliki empat orang pelanggan”, tutur Kapolres.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Drs. Saptono Erlangga menyatakan bahwa sepasang suami istri tersebut, berikut barang bukti telah diamankan dan dibawa ke Mako Polres Cimahi untuk dilakukan pemeriksaan dan pendalaman terkait perkara tersebut.

Pada hari Sabtu (27/06/2020), anggota Sat Resrim Polres Cimahi kembali melakukan pengembangan perkara tersebut ke Pasar Ciawi Tasikmalaya dan ke Pasar Sukatani Plered Purwakarta serta ke daerah Cianjur dan didapati hasil, bahwa memang benar T dan R rutin mengirimkan Daging Celeng tersebut kepada beberapa orang pelanggan diantaranya D, penjual daging sapi dan bahan baku pembuat Bakso di Pasar Ciawi Tasikmalaya, dijual seharga Rp.48.000,-/kg dengan kapasitas10 kg/bulan .

Selain itu dikirimkan kepada U, pemilik rumah makan di Cianjur, dijual seharga Rp. 50.000,-/kg dengan kapasitas penjualan 10 hari sekali 10 kg dan kepada N pedagang Pasar Sukatani Purwakarta dengan harga penjualan Rp.60.000,-/Kg dengan kapasitas penjualan dua minggu sekali sebanyak 20 kg, serta dikirimkan kepada M di RM Chiese Food dijual dengan harga Rp.45.000,-/kg dengan kapasitas penjualan 10 kg per 10 hari.

Menurut Kabid Humas Polda Jabar, total barang bukti yang diamankan dalam pengembangan tersebut yaitu sekitar 120 kg daging sapi Impor yang digunakan untuk bahan oplosan dengan daging celeng atau babi hutan, Tiga kantong plastik warna hitam yang diduga berisi daging babi hutan atau celeng dengan berat masing-masing kantong plastik 4 kg atau jumlah keseluruhan lebih kurang 12 kg, 2 kg daging sapi lokal.

Disamping itu, diamankan pula 1 Unit Mesin Pendingin Freezer Ukuran 2 m2, 1 Unit Timbangan Daging Merk Central, 2 Unit Mesin Pendingin Freezer ukuran 1 m2, 1 unit kendaraan roda dua jenis Mio warna putih merah, satu Unit kendaraan roda dua Jenis NMax warna biru, 1 unit kendaraan Sedan Toyota Corolla 1600 warna kuning no pol D-1670-CO berikut kunci kontaknya, dan diketahui bahwa antara Surat kendaraan dengan warna asli kendaraan tidak berbeda.

Para tersangka penjual dan pelanggan daging oplosan itu dikenakan Pasal 62 ayat 1 atau 2 Jo Pasal 8 ayat 1 huruf d UU RI Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan Pasal 91 A Jo Pasal 58 Ayat 6 Undang Undang RI Nomor 41 tahun 2014 tentang perubahan atas UU Nomor 18 tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan, dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. #*[KP-Jabar].

  • Laporan: M. Imam Machfudi Noor
  • Editor: Jumadi
Apa Reaksi Anda?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

Komentar

News Feed