Bessent akan memaparkan rincian langkah-langkah ekonomi tersebut dalam konferensi pers pada Senin.
“Presiden Donald Trump dan kekuatan militer kami yang luar biasa telah secara signifikan melumpuhkan kemampuan militer Iran dan melemahkan program nuklirnya. Kini, kami memasuki tahap akhir. Saat fajar menyingsing akan dimulai ‘Hari-H’ ekonomi, serangan finansial terbesar yang pernah dilancarkan terhadap seorang musuh,” kata Bessent dalam sebuah artikel opini di Financial Times.
Presiden AS Donald Trump mengumumkan peluncuran operasi ekonomi terhadap Iran pada Kamis (20/8) dan menyebutnya sebagai isolasi pada skala yang belum pernah terjadi sebelumnya. Ia juga menyerukan agar negara sekutu ikut bergabung dengan AS.
Namun, Trump mengatakan peralihan Washington ke strategi perang ekonomi terhadap Teheran tidak berarti AS mengesampingkan opsi militer.
Ketegangan antara AS dan Iran dimulai pada 28 Februari saat AS dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah sasaran di Iran, yang kemudian dibalas Iran dengan menyerang pihak lawan.
Kemudian, Maret, AS dan Israel menyerang sasaran di ladang gas South Pars serta kawasan industri Assaluyeh di Iran selatan.
Pada pertengahan Juni lalu, Iran dan AS telah menandatangani nota kesepahaman mengenai penghentian permusuhan. Namun, tidak lama kemudian, kedua pihak kembali saling melancarkan serangan.
Konflik tersebut hingga kini belum terselesaikan. Meski demikian, kedua pihak tidak sedang bertempur secara langsung, sementara AS mengandalkan tekanan ekonomi terhadap Iran.
Sumber: Sputnik (ant)







