News Update
Live Update Berita Terkini

Menteri HAM Pigai Usulkan Kurikulum dan Buku Pendidikan HAM Khusus di Sekolah

Jumat, 21 Agu 2026
Editor: Eky
Penulis: @ANT
Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai saat memberikan keterangan kepada awak media di Kampus Institut Pendidikan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, pada Jumat (21/8/2026). ANTARA/Ilham Nugraha.
Dengarkan dgn suara Siap
5.5K pembaca

SUMEDANG (kabarpublik.id) – Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai mengusulkan agar pendidikan HAM memiliki kurikulum dan buku ajar tersendiri di sekolah. Langkah tersebut dinilai penting untuk membangun kesadaran tentang hak asasi manusia sejak usia dini.

Usulan itu telah disampaikan Pigai kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

“Saya telah mengusulkan, harus ada kurikulum HAM sendiri, dengan buku sendiri,” kata Pigai saat melakukan kunjungan kerja di Sumedang, Jawa Barat, Jumat (21/8/2026).

Menurut Pigai, pendidikan HAM perlu diberikan secara khusus karena nilai-nilai hak asasi berkaitan erat dengan kehidupan manusia sejak lahir hingga meninggal dunia.

Ia mengusulkan materi pendidikan HAM disusun secara bertahap berdasarkan jenjang pendidikan. Untuk tingkat SD, SMP, dan SMA, buku ajar dapat disesuaikan dengan usia dan tingkat pemahaman peserta didik.

Sementara itu, di perguruan tinggi, pendidikan HAM dapat dikaitkan dengan bidang keilmuan atau konsentrasi yang dipilih mahasiswa. Dengan demikian, pemahaman mengenai HAM dapat diterapkan sesuai konteks keilmuan masing-masing.

Pigai menilai pendidikan HAM tidak cukup jika hanya menjadi bagian atau satu bab dalam mata pelajaran tertentu. Menurut dia, kesadaran HAM perlu dibangun secara konsisten dan berkelanjutan sejak anak-anak.

“Mudah-mudahan dapat memicu agar lebih masif lagi pendidikan HAM ini,” ujarnya.

Ia berharap usulan tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap HAM sekaligus memperkuat pembangunan dan perlindungan HAM melalui kolaborasi pemerintah, kementerian, lembaga, serta sektor pendidikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.