BEGINILAH SUASANA SILATURAHIM KAHMI GORONTALO BERSAMA DR. HARRY AZHAR AZIS, MA

oleh
oleh

Laporan : Najid/Aldiansyah
Editor : Mahmud Marhaba/ Syahrir Soleman

GORONTALO (KP) – Suasana canda dan penuh keakraban tercipta saat Majelis Wilayah KAHMI Gorontalo melakukan silaturahmi dengan Presidium Majelis Nasional KAHMI, DR. Harry Azhar Azis, MA semalam di Graha KAHMI Gorontalo, Selasa (30/01/2018).
Dalam prolog yang disampaikan DR. Rustam Akili, MH selaku Ketua KAHMI provinsi Gorontalo mengatakan, tema diskusi yang diangkat yakni silaturahim. Dihadapan kader HMI dan KAHMI Gorontalo dirinya mengatakan bahwa pertemuan kali ini tidak lain untuk menjalin hubungan silaturahmi sesama kader HMI, KAHMI dengan menghadirkan Presidium Majelis Nasional KAHMI, DR. Harry Azhar Azis, MA yang sehari-harinya sebagai Ketua BPK-RI.
Ditengah-tengah silaturahmi tersebut, hadir pula Marten Taha yang merupakan kader HMI. Dirinya banyak menceritakan pengalamannya selama menjadi kader HMI dan banyak menimba pengalaman dari HMI yang membuat proses perkuliahannya tersendat setahun. Diakuinya, pengalaman menyuarakan persoalan negara saat menjadi kader HMI memiliki resiko yang mengakibatkan dirinya mendekam dibalik terali besi.
Calon Walikota ini sangat merasakan bagaimana perjuangan HMI dalam menyuarakan kebenaran. Itu akibat idealisme paling tinggi, namun dirinya melihat idealisme saat ini mulai pudar. Bagaimana membangun idealisme ditingkat mahasiswa sehingga solidaritas dapat dirasakan. Namun dirinya melihat pula bahwa masing-masing saat ini berjuang sendiri-sendiri.
“Idealis yang dibangun jangan sampai meninggalkan budaya idealisme kita sendiri,” ungkap Marten Taha saat memberikan penyataan terkait dengan silaturahim itu.
DR. Harry Azhar Azis, MA saat membuka dialog tersebut menegaskan bahwa dirinya lebih awal mengenal Marten Taha semenjak menjadi Pengurus Besar HMI pada tahun 80 an. Harry yang merupakan Ketua PB HMI yang ketiga ditahun 80 an dan menjadi anggota DPR-RI tahun 1984 itu banyak menjelaskan perjuangan kader HMI pada masa lampau.
Menariknya, Harry menceritakan juga bagaimana dirinya mengungkapkan isi hatinya kepada istri tercinta saat berada satu pesawat dengan dirinya yang saat ini menjadi istri tercinta. Tiada hari tanpa amanah dan amanah sampai akhir, merupakan motto dalam kehidupan diri keluarga ini.
Harry memberikan motivasi kepada kader HMI terkait dengan sebuah perjuangan. Dirinya menegaskan bahwa sejak dirinya menjadi Ketua PB HMI, maka falsafah HMI berubah berazaskan Pancasila.
Disinilah Harry membedah kata YAKUSA. Menurutnya, kata Yakin adalah sesuatu yang diambil dari kata Haqqulyakin. Sementara kata Usaha adalah sesuatu yang dilakukan dengan sungguh-sungguh seolah-olah kita akan hidup selamanya.
“Apakah kita sudah berjuang dengan penuh sungguh-sungguh?” tantang DR. Harry Azhar Azis, MA kepada kader yang memadati aula KAHMI Gorontalo.
Dirinya mengakui bahwa HMI mengubah hidupnya dari orang miskin yang menjajakan kue sejak kecil di Tanjung Pinang dan membuat dirinya jadi besar hingga jabatan saat ini sebagai Ketua BPK-RI.
Pernyataan ini membakar setiap peserta yang hadir dalam dialog itu yang dimulai pukul 20.30 hingga pukul 23.00 wita.
Diakhir sesi dialog itu, moderator pun memberikan kesempatan kepada peserta untuk bertanya. Tercatat Profesor Ani Hasan, DR. Aten Motinggo dan DR. Ridwan Tohopi mengungkapkan pertanyaan kritis kepada presidium Nasional KAHMI itu. (KP)

No More Posts Available.

No more pages to load.