LOMBOK (kabarpublik.id) – PT Angkasa Pura Indonesia melalui Bandara Internasional Lombok menyalurkan bantuan senilai Rp151 juta untuk mendukung pemenuhan gizi 325 balita dan 103 ibu hamil dengan kondisi kurang energi kronis (KEK) di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Bantuan tersebut disalurkan melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pangan Berdaya 2026 yang berlangsung sejak Agustus hingga November 2026.
General Manager Bandara Internasional Lombok, Aidhil Philip Julian, mengatakan program tersebut difokuskan pada peningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak, khususnya kelompok yang membutuhkan perhatian dalam pemenuhan gizi.
“Program pemberian makanan tambahan (PMT) bagi balita serta dukungan pemenuhan gizi bagi ibu hamil dengan kondisi kurang energi kronis (KEK) dilaksanakan di Puskesmas Penujak, Puskesmas Sengkol, dan Puskesmas Batujai,” kata Aidhil di Lombok Tengah, Kamis (29/10/2026).
Menurutnya, program ini tidak hanya memberikan bantuan pangan, tetapi juga meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya asupan gizi seimbang.
Kegiatan yang dilaksanakan meliputi edukasi gizi bagi orang tua dan pengasuh balita, pemeriksaan berat badan serta pengukuran status gizi anak, pemberian makanan tambahan, hingga penyaluran susu bagi balita dan ibu hamil dengan kondisi KEK.
Edukasi juga diberikan untuk membantu orang tua memahami pola pemberian makanan yang sesuai dengan kebutuhan pertumbuhan dan perkembangan anak.
“Secara keseluruhan, program ini menjangkau 325 balita dan 103 ibu hamil dengan kondisi KEK,” ujarnya.
Gandeng Tiga Puskesmas di Lombok Tengah
Dalam pelaksanaannya, Bandara Internasional Lombok bekerja sama dengan tiga fasilitas pelayanan kesehatan, yakni Puskesmas Penujak, Puskesmas Sengkol, dan Puskesmas Batujai.
Kolaborasi tersebut dilakukan untuk memastikan bantuan dan edukasi gizi diberikan sesuai kebutuhan penerima manfaat.
Penyerahan bantuan secara simbolis telah dilaksanakan di Puskesmas Batujai pada Agustus 2026. Kegiatan kemudian dilanjutkan secara bertahap hingga November 2026.
Aidhil menegaskan bahwa program Pangan Berdaya merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat di sekitar wilayah operasional bandara.
“Kami berharap dapat berkontribusi dalam mendukung pemenuhan gizi balita dan ibu hamil sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi seimbang bagi kesehatan dan tumbuh kembang anak,” katanya.
Ia menambahkan, keterlibatan berbagai pihak menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan program kesehatan masyarakat.
“Kami meyakini bahwa kolaborasi antara perusahaan, pemerintah daerah, dan fasilitas pelayanan kesehatan menjadi bagian penting dalam mendorong upaya peningkatan kualitas kesehatan masyarakat secara berkelanjutan,” ujar Aidhil.





