TANAH DATAR (kabarpublik.id) – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mendorong pemulihan wilayah terdampak bencana di Sumatra Barat melalui program Mahasiswa Berdampak. Sebanyak 56 mahasiswa dari Universitas PGRI Sumatera Barat diterjunkan ke Desa Tambangan, Kabupaten Tanah Datar, untuk merestorasi lahan pertanian dan menggerakkan kembali ekonomi warga.
Program ini menyasar lahan pertanian yang sebelumnya siap panen, namun rusak akibat longsor dan banjir besar. Kontur tanah yang berubah drastis membuat lahan sulit kembali difungsikan secara optimal.
Ketua Koordinator Kelompok Mahasiswa, Fajar Febrian Utami, mengatakan timnya fokus pada restorasi lahan berbasis teknik polikultur agar tanah kembali produktif dan menjadi aset berkelanjutan bagi kelompok tani.
“Kami ingin lahan ini kembali menjadi sumber penghidupan masyarakat. Dengan metode yang tepat, diharapkan ekonomi kelompok tani bisa pulih secara bertahap,” ujar Fajar di Desa Tambangan, Jumat (20/2/2026).
Gunakan Teknik Polikultur
Mahasiswa bekerja sama dengan kelompok tani setempat melakukan alih fungsi lahan dengan pendekatan polikultur. Media tanam yang digunakan meliputi lima gerobak tanah, tiga karung kompos, sekam padi, jerami, abu jerami, serta 30 kilogram polybag.
Komoditas yang ditanam antara lain mentimun, buncis, pare, dan tanaman hortikultura lainnya. Teknik ini dipilih untuk memperbaiki struktur tanah berpasir pascabencana sekaligus menyediakan sumber pangan mandiri bagi warga.
Hemat Biaya, Tingkatkan Semangat
Anggota kelompok tani Desa Tambangan, Indra Martinus, mengaku terbantu dengan kehadiran mahasiswa. Menurutnya, pemulihan lahan secara mandiri membutuhkan biaya hingga Rp4–5 juta, sementara melalui program ini warga hampir tidak mengeluarkan biaya.
“Alhamdulillah sangat membantu. Kami hanya mengeluarkan tenaga, sementara mahasiswa membawa ilmu dan semangat,” kata Indra.
Ia menambahkan, kelompok tani berkomitmen melanjutkan metode pertanian tersebut agar lahan yang direstorasi dapat terus berkembang dan memberikan dampak ekonomi jangka panjang.
Program Mahasiswa Berdampak menjadi salah satu strategi Kemdiktisaintek dalam mengintegrasikan pendidikan tinggi dengan solusi nyata di tengah masyarakat, khususnya dalam percepatan pemulihan pascabencana.






