JAKARTA (kabarpublik.id) – Di balik rutinitas padat sebagai dokter spesialis, Zuhria Novianty menyimpan satu ruang personal yang tak tergantikan: dunia keterampilan tangan yang telah ia kenal sejak kecil, Senin (13/4/26).
Kecintaan itu tumbuh dari lingkungan keluarga yang akrab dengan aktivitas kreatif. Sejak dini, Zuhria terbiasa mengeksplorasi berbagai bentuk kerajinan, mulai dari membuat paper bag, menjahit, hingga merajut. Keterbatasan akses belajar pada masa itu tidak menjadi penghalang, justru membentuk kemandirian dan rasa ingin tahu yang kuat.
Memasuki fase pendidikan tinggi, minatnya terhadap dunia mode dan kreativitas sempat menguat. Namun, pilihan hidup membawanya menekuni dunia kedokteran sebuah keputusan yang menuntut komitmen penuh sekaligus menjadi titik awal perjalanan profesionalnya di bidang medis.
Seiring waktu, perannya bertambah. Selain berkarier sebagai dokter, ia juga menjalani kehidupan sebagai istri dari Benu Supriyantoko dan seorang ibu. Ritme kehidupan yang padat membuat ruang untuk menyalurkan hobi perlahan menyempit, bahkan sempat terabaikan.
- NELSON POMALINGO LAKUKAN PELETAKAN BATU PERTAMA PEMBANGUNAN MONUMEN PERJUANGAN RAKYAT GORONTALO
- Silang Budaya Limapuluh Kota dan Negeri Sembilan, Bupati Safaruddin: Hubungan Hangat Kedua Daerah jadi usaha Penting dalam Pelestarian Budaya
- AKHIRNYA, KORBAN TENGGELAM DI PANTAI SICEPIT DITEMUKAN TIM SAR GABUNGAN
Momentum itu berubah setelah ia menuntaskan pendidikan spesialis. Zuhria mulai kembali mencari keseimbangan hidup, dan merajut menjadi pilihan yang ia jatuhkan. Aktivitas ini dinilainya sederhana, fleksibel, dan dapat dilakukan di sela kesibukan tanpa mengganggu tanggung jawab utama.
Bagi Zuhria, merajut bukan sekadar kegiatan pengisi waktu. Ia menemukan ketenangan dalam setiap simpul benang yang dirangkai, sekaligus kepuasan saat melihat hasil karya terbentuk dari proses yang perlahan namun pasti.
Pengalaman tersebut menjadi refleksi bahwa passion yang tumbuh sejak kecil tidak benar-benar hilang. Ia hanya menunggu waktu yang tepat untuk kembali hadir memberi makna, sekaligus menjaga keseimbangan di tengah tuntutan hidup yang terus bergerak.





