Tuntutan tersebut diajukan ke Pengadilan Tingkat Pertama Regional Quezon City atas ancaman pembunuhan terhadap Presiden Ferdinand Marcos Jr., Ibu Negara Liza Araneta-Marcos, dan mantan Ketua DPR Martin Romualdez.
“Kami mengonfirmasi bahwa kasus ancaman serius yang diajukan hari ini merupakan perkara yang sama yang dirujuk NBI (Biro Investigasi Nasional) kepada DOJ. Perkara ini juga sama dengan yang diangkat dalam proses pemakzulan,” kata juru bicara DOJ Polo Martinez kepada Kantor Berita Filipina (PNA).
Sebelumnya, NBI mengajukan pengaduan terhadap Duterte atas dugaan hasutan untuk melakukan pemberontakan dan ancaman serius.
Dalam konferensi pers, Duterte dilaporkan mengatakan telah menyewa pembunuh bayaran untuk membunuh Marcos, ibu negara, dan Romualdez jika dirinya dibunuh.
Martinez mengatakan jaksa merekomendasikan uang jaminan sebesar 120.000 peso Filipina (sekitar Rp34 juta) untuk pembebasan sementara Duterte.
Duterte saat ini menghadapi persidangan pemakzulan di Senat Filipina. Ancaman tersebut menjadi salah satu dari empat dakwaan terhadapnya.
Tiga dakwaan lainnya berkaitan dengan dugaan penyalahgunaan dana rahasia, penyuapan, dan kekayaan yang tidak dapat dijelaskan.
Namun, pengacara Duterte menilai perkara pidana tersebut tidak dapat dilanjutkan selama proses pemakzulan masih berlangsung.
“Sebagai pejabat yang dapat dimakzulkan, Wakil Presiden tidak dapat dituntut atas dugaan pelanggaran yang juga menjadi pokok perkara pemakzulan,” kata pengacara pembela Paul Lawrence Lim.
Sumber: Anadolu (ant)




