JAKARTA (kabarpublik.id) – Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafi’i meninjau progres pembangunan Gereja Katolik Basilika Nusantara Santo Fransiskus Xaverius di Ibu Kota Nusantara (IKN). Ia menargetkan gereja dan rumah uskup sudah dapat digunakan pada Mei 2026.
Menurut Wamenag, fasilitas tersebut diharapkan siap dipakai saat pertemuan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) yang dijadwalkan berlangsung pada Mei mendatang.
“Targetnya saat pertemuan KWI bulan Mei sudah bisa digunakan. Proses pembangunan segera diselesaikan, termasuk penyiapan furnitur,” ujar Romo Syafi’i, seperti dikutip dari laman kemenag.go.id, Kamis (12/2/26).
Ia menambahkan, perhatian khusus diberikan pada pemasangan lonceng dan salib yang didatangkan dari Belanda. Perangkat tersebut menggunakan sistem digital dan ditargetkan terpasang bulan depan.
“Pemasangan lonceng dan salib menjadi fokus karena didatangkan khusus dari Belanda dan berbasis sistem digital. Bulan depan ditargetkan rampung,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan Kalimantan Timur Kementerian PUPR, Efry Biaktama Meliala, menyampaikan bahwa progres pembangunan hampir selesai dan sesuai jadwal.
“Untuk wisma telah tersedia 43 kamar. Basilika memiliki kapasitas sekitar 1.300 jemaat. Secara struktur, bangunan utama sudah berdiri. Saat ini tahap penyelesaian interior, termasuk kursi dan perlengkapan lainnya,” jelas Efry.
Peninjauan tersebut turut dihadiri Deputi Bidang Sosial Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN Alimuddin, Staf Ahli Menteri Agama Bidang Manajemen Komunikasi dan Informasi Adiyarto Sumardjono, Kepala Kanwil Kemenag Kalimantan Timur Abdul Kholiq, serta Kepala Kantor Kemenag Kota Balikpapan Masrivani.
Pembangunan Gereja Basilika Nusantara menjadi bagian dari penyediaan fasilitas keagamaan di IKN sebagai pusat pemerintahan baru Indonesia.





