JAKARTA [kabarpublik.id] – Universitas Indonesia (UI) kembali mengukuhkan tiga Guru Besar Tetap Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) pada Rabu (20/11/2024) di Balai Sidang UI, Depok. Pengukuhan tersebut dipimpin langsung oleh Rektor UI, Prof. Ari Kuncoro, SE, MA, PhD.
Ketiga guru besar yang dikukuhkan adalah Prof. Dr. dr. Zulkifli Djunaidi, MAppSc, Prof. Dr. Robiana Modjo, SKM, MKes, dan Prof. Dr. Ede Surya Darmawan, SKM, MDM, masing-masing sebagai Guru Besar Tetap ke-36, ke-37, dan ke-38 UI pada 2024.
Prof Dr dr Zulkifli Djunaidi dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Dalam orasi ilmiahnya, “Manajemen Risiko K3 untuk Mengantisipasi Future Risk karena Perkembangan Teknologi dan Gap Generation,” ia mengungkap perlunya strategi baru untuk menghadapi risiko di era Revolusi Industri 4.0.
“Teknologi seperti AI dan Big Data mengubah cara kita bekerja, sehingga sistem manajemen K3 perlu diperbarui agar relevan dengan tantangan modern,” jelasnya. Ia juga menekankan perlunya pembaruan regulasi dan adopsi pendekatan kerja yang fleksibel.
Sementara itu, Prof Dr Robiana Modjo, SKM, MKes, dikukuhkan dalam bidang Kesehatan Kerja. Orasi ilmiahnya, “Kesehatan Kerja sebagai Pilar Utama dalam Mendorong Pekerjaan Layak untuk Visi Indonesia Emas 2045,” menyoroti pentingnya kesehatan kerja dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

“Bonus demografi yang dimulai 2024 adalah peluang besar. Dengan kesehatan kerja yang baik, Indonesia bisa menciptakan tenaga kerja tangguh, produktif, dan siap bersaing di pasar global,” katanya.
Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan pekerja adalah kunci keberhasilan menuju Indonesia Emas.
Selanjutnya Prof Dr Ede Surya Darmawan, SKM, MDM, dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam bidang Kesehatan Kerja.
Dalam orasi ilmiahnya, “Tantangan Pembangunan Kesehatan dalam Menyongsong Bonus Demografi dan Indonesia Emas,” ia menguraikan kebutuhan mendesak untuk memperkuat sistem kesehatan dalam menghadapi perubahan struktur populasi.
“Bonus demografi dapat menjadi berkah jika kita memiliki strategi kesehatan yang tepat. Pembangunan kesehatan harus diarahkan untuk menciptakan masyarakat yang sehat, produktif, dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi,” pungkasnya.






