News Update
Live Update Berita Terkini

TANGGAP KEINGINAN PIMPINAN, SEKDA YAKOB KERAHKAN OPD HIMPUN DATA KORBAN BANJIR DAN BAGIKAN BANTUAN

Senin, 3 Agu 2020
Editor:
Atas nama Bupati Boalemo, Sekda Yakob Musa serahkan bantuan untuk korban banjir
Dengarkan dgn suara Siap
17.5K pembaca

Laporan : Nurman Ismail (JMSI), Editor : Mahmud Marhaba

BOALEMO [KP] – Curah hujan yang tinggi terjadi sepanjang hari pada Minggu, 2 Agustus 2020 kemarin mengakibatkan sejumlah desa di kabupaten Boalemo terdapak banjir. Dua kecamatan yang mengalami banjir diantaranya kecamtan Wonosari dan kecamatan Botumoito.

Data yang dihimpun wartawan kabarpublik.id bahwa untuk kecamatan Wonosari, banjir terjadi di desa Jatimulya yang mengakibatkan sekitar 35 rumah warga terendam air yang terdiri dari 140 jiwa penduduk, sementara desa Pangeya puluhan rumah juga terendam air terdiri delapan kepala keluarga. Sementara untuk kecamatan Botumoito banjir terjadi di desa Potanga 50 kepala keluarga juga ikut merasakan dampak banjir yang terdiri dari 158 jiwa dan desa Tapadaa terdapat 344 rumah warga di porak poranda oleh arus air deras.

Data yang diperoleh dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kabupaten Boalemo menunjukan ada empat Dusun desa Tapadaa yang terdampak banjir yaitu dusun 1, sekitar 43 rumah warga terendam air terdiri dari 105 kepala keluarga, dengan jumlah penduduk 330 jiwa, dan dusun II, sekitar 97 rumah warga 153 kepala keluarga, 466 jiwa, selanjutnya dusun III sekitar 142 rumah warga yang terdampak banjir, 174 kepala keluarga, 502 jiwa. banjir tersebut hingga melanda dusun IV yang mengakibatkan sekitar 59 rumah warga terendam air, terdiri dari 75 kepala keluarga, 260 jiwa penduduk setempat.

Untuk sementara terdapat 341 rumah warga, 507 kepala keluarga dengan jumlah 1.558 jiwa penduduk yang menjadi korban dampak banjir di desa Tapadaa kecamatan Botumoito kabupaten Boalemo.

Informasi yang di himpun  dari warga desa Tapadaa yang tinggal tidak jauh dari lokasi banjir, Rizal Dunggio dan Saipul Abas melalui wawancara awak media kabarpublik.id dimana diceritakan jika banjir terjadi secara tiba-tiba sekitar pukul 15.00 Wita, warga pun panik.

Warga menyelamatkan diri ke tempat yang aman, sebagian mengungsi ke mesjid dan yang lainnya menyelamatkan diri ke kantor desa tanpa persiapan bekal kecuali hanya mengenakan baju di badan.

“Banjir ini datang tiba tiba, dan mereka yang terkena banjir ini terlihat panik, berlari ke mesjid dan yang lain lari ke kantor desa hanya baju di badan tidak membawa apa apa,” tutur Rizal Dunggio selaku saksi mata.

Terpantau dari dasar jalan, air yang deras setinggi lutut orang dewasa itu,mengakibatkan ratusan kendaraan roda dua dan mini bus dari arah yang berlawenan terpaksa terhenti dan tidak dapat melanjutkan perjalanan, takut terseret derasnya air.

Sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diantaranya Kepala Dinas Sosial, Ulkia Kiu, Kadis Kesehatan Sutriani Lumola,Kapala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Roswita Manto dibawah pimpinan Sekda Boalemo Yakob Jusuf Musa, mengambil langkah penting dengan turun ke lokasi serta pengawalan yang ketat oleh 10 personil Polisi Pamong Praja, membawa sejumlah logistik berupa mie instan, air mineral dan beras yang akan dibagikan kepada warga desa Tapadaa terdampak banjir.

“Kami membawa bahan makanan beras dan makanan siap saji. Untuk sementara beras baru satu koli yang kami bawa, selanjutnya dibagikan ke masyaraka. Sementara persediaan beras masih cukup banyak untuk disalurkan kembali,” tutur Gode husain anggota pesonil BNPB.

Bukan hanya itu, salah seorang wakil rakyat dari partai yang berlambangkan kepala banteng moncong putih, Wahyu Moridu juga mengambil langkah tegas turun ke lokasi melakukan evakuasi terhadap warga memakai kendaraan pribadinya.

Beruntung pada peristiwa banjir tersebut tidak ada korban jiwa, namun dipastikan warga mengalami jutaan kerugian, dintaranya Ishak Orangi mengalami kerugian  84 koli karung pupuk hanyut terseret air, dan ribuan biji kelapa kopra yang sementara dikerjakan milik sejumlah warga juga hanyut terseret air.

Hingga pukul 21.00 wita, air di ruas jalan belum juga surut dan diperkirakan sekitar 1.5 km tepi jalan desa Tapadaa dipenuhi kendaraan.#[KP]

No More Posts Available.

No more pages to load.