TANGANI LIMBAH MEDIS, BENARKAH RSUD AMPANA NGUTANG LAGI KE PIHAK KE 3

Selasa, 19 Nov 2019
Dengarkan dgn suara Siap
4.5K pembaca

Laporan: Jefriyanto (Jarber SMSI)
Editor: Mahmud Marhaba

TOUNA [KP] – RSUD Ampana nampak tertatih-tatih menertibkan limbah medisnya. Apalagi manajemen rumah sakit ini masih terus berhutang ke pihak ketiga yang ditunjuk sebagai pengelola limbah medik.

Gambar konten
Sumber: Kabarpublik.id

Sebagai mana pengakuan Direktur RSUD Ampana, Dr. Niko, pengeloalaan limbah medis B3 RSUD Ampana sudah dikontrakkan ke PT. Tenang Jaya Sejahtra. Untuk biaya penanggulangan anggaran kotrak penanganan limbah medis tersebut pihaknya mengambil anggaran langsung dari penghasilan BLUD, bukan dari pos APBD.

“Kerja sama itu angaran dari badan layanan umum daerah (BLUD). Jadi berapa BPJS di bayar, berapa jumlah sampah, itu yang kita bayarkan ke pihak ketiga, kalau tidak ada uang ngutang dulu”, jelas Niko.

Ia menjelaskan, tanggung dana BLUD (badan layanan umum daerah) sebenarnya sangatlah besar, apalagi belum ditopang Pemda melalui APBD.

“Tahun kemarin kita bayarkan 400 juta,
untuk tahun ini ada hutang lagi enam ratus juta dan kami belum bayarkan (kepihak ketiga), karna ada dosa lama yang baru kita selesaikan,” pungkasnya.

Pada kesempatan itu ia menyahuti persoalan pengangkutan  limbah medis B3 di RSUD Ampana yang dipersoalkan warga. “Biasanya mencapai 2 ton, dan pengambilan itu tidak menentu, nanti mereka punya jadwal ke Ampana”, tandasnya.

Dipihak lain, pengelolaan limbah B3 sangat jelas ditegaskan dalam UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (UU PPLH). # [KP]

No More Posts Available.

No more pages to load.