JAKARTA (kabarpublik.id) – Sutradara sekaligus penulis film horor misteri HASUT, Ilya Sigma, mengungkap fakta di balik salah satu adegan yang memicu perdebatan penonton. Ia memastikan karakter Rere, yang diperankan Rachel Amanda, sebenarnya tidak pernah mengalami kerasukan.
Pengungkapan tersebut sekaligus menjawab berbagai teori yang bermunculan setelah film HASUT tayang di bioskop. Sejumlah penonton sebelumnya menduga Rere mengalami gangguan supranatural akibat suara-suara misterius yang muncul dalam cerita.
Ilya menjelaskan bahwa adegan tersebut sengaja dirancang untuk menggiring penonton pada kesimpulan yang belum tentu sesuai dengan kejadian sebenarnya.
“Rere tidak pernah kerasukan. Kalau diperhatikan, HT milik Rere sudah terjatuh ketika ia berlari. Suara-suara yang muncul sesudahnya juga tidak pernah benar-benar memanggil nama mereka,” ungkap Ilya.
Menurutnya, suara misterius yang terdengar secara terputus-putus justru menjadi pemicu munculnya prasangka di antara para karakter.
Masing-masing tokoh mengaitkan suara tersebut dengan sosok yang paling mereka takuti atau curigai. Padahal, informasi yang mereka dengar tidak pernah benar-benar lengkap.
“Yang benar-benar terjadi sebenarnya lebih sedikit daripada yang disimpulkan para karakter. Mereka mendengar suara, lalu mengisi bagian yang hilang dengan ketakutan sendiri. Penonton sengaja ditempatkan dalam posisi yang sama,” jelasnya.
Ilya mengatakan, penggunaan sudut pandang berbeda dalam film HASUT merupakan bagian penting dari pendekatan penceritaan.
Setiap karakter memiliki pengalaman, trauma, dan ingatan yang memengaruhi cara mereka memahami suatu peristiwa. Akibatnya, penonton tidak langsung mendapatkan gambaran utuh mengenai kejadian yang sebenarnya.
Pendekatan tersebut membuat batas antara kenyataan, dugaan, dan keyakinan para karakter menjadi semakin kabur.
Namun, Ilya menegaskan bahwa alur cerita yang membingungkan bukan dibuat untuk menguji kecerdasan penonton.
Sebaliknya, film ini mengajak penonton lebih kritis dalam membedakan fakta yang terlihat, asumsi yang berkembang, dan keyakinan yang terbentuk akibat rasa takut.
“Buatku pertanyaan film ini bukan hanya siapa yang berada di balik suara itu. Pertanyaannya adalah mengapa kita begitu cepat mempercayai suara yang paling sesuai dengan luka dan ketakutan kita,” tambah Ilya.
Angkat Fenomena Prasangka dan Informasi yang Terpotong
Selain menghadirkan ketegangan khas film horor, HASUT juga mengangkat persoalan yang dekat dengan kehidupan masyarakat modern, terutama terkait penyebaran informasi yang tidak utuh.
Fenomena tersebut terlihat dari maraknya potongan video, rekaman suara, pesan berantai, hingga cerita sepihak yang beredar melalui berbagai platform digital.
Informasi tanpa konteks lengkap berpotensi menimbulkan kesalahpahaman. Seseorang bahkan dapat mempercayai suatu informasi hanya karena sesuai dengan prasangka atau ketakutan yang sudah dimilikinya.
Gambaran inilah yang menjadi salah satu pesan penting dalam film HASUT. Para karakter tidak hanya menghadapi ancaman misterius, tetapi juga terjebak dalam kesimpulan yang mereka bangun sendiri.
Pengungkapan bahwa Rere tidak pernah kerasukan memang menjawab salah satu teka-teki dalam cerita. Meski demikian, misteri mengenai asal suara yang didengar para karakter masih menyisakan pertanyaan.
Siapa sebenarnya pemilik suara tersebut, dan mengapa para karakter begitu mudah mempercayai serta mengikuti arahannya?
Film HASUT Masih Tayang di Bioskop
Film HASUT merupakan produksi TUTA Films yang menghadirkan sejumlah aktor dan aktris Indonesia, yakni Karina Salim, Rachel Amanda, Marthino Lio, dan Kevin Ardilova.
Mengusung genre horor misteri, film ini tidak hanya mengandalkan suasana mencekam, tetapi juga permainan psikologis yang mengajak penonton mempertanyakan setiap informasi dalam cerita.
Film HASUT memiliki klasifikasi usia 17 tahun ke atas.
Berdasarkan informasi yang disampaikan pihak produksi, film ini masih tayang di bioskop. Namun, penonton disarankan memeriksa jadwal penayangan terbaru melalui jaringan bioskop atau akun Instagram resmi @filmhasut karena jadwal dapat berubah sewaktu-waktu.







