Laporan : Yadi / Editor : YR
MALUKU UTARA [kabarpublik.id] – Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 4 Kota Ternate, Maluku Utara, menggelar karya project penguatan profil pelatihan pancasila atau P5 kewirausahaan dn rekayasa teknologi, di Ternate
Kegiatan yang dilaksanakan di Gedung Aula SMA Negeri 4 itu disaksikan langsung oleh Kandancong, selaku Kepala Sekolah, staf dewan guru, dan seluruh peserta didik, Sabtu (03/5/23).
Koordinator rekayasa teknologi SMA Negeri 4 Santi Evaria mengatakan, karya project P5 ini untuk menumbuh kembangkan krakter siswa.
Ada enam dimensi yang akan dicapai, pertama, yaitu, beriman, bertakwa serta berakhlak mulia, bergotong royong, kreatif, dan bernalar kritis.

“Selain project P5, juga di gelar kewirausahaan.
untuk capaian yang ingin dirai bukan prodaknya, kalau pun prodaknya jadi itu adalah bonus tapi kalau tidak jadi tidak apa-apa,” ucapnya kepada wartawan Kabarpubli.id, Sabtu (03/06/2023).
Karena memang tolak ukurannya disini adalah bagaimana pada saat anak – anak mengerjakan project terlihat bisa bergotong royong, kreatif, beriman, bertakwa, bernalar kritis, dan berakhlak mulia. Gelar dari hasil ini adalah perjalanan sekitar kurang lebih tiga bulan sudah kita jalani.
“Alhamdulillah ternyata para siswa mampu membuat prodak dari project yang mereka laksanakan. Disini kita juga melakukan asesmen sumatif. Ada 2 poin yng di nilai, pertama, prodak siswa, kedua, melihat siswa mengumpulkn video perjalanan selama mengerjakan P5, yang dimana dirangkum di dalam video,” ujarnya.

“Kami (Guru) sudah menyediakan Youtube-nya khusus P5 SMA Negeri 4 tinggal mereka (siswa) meng-upload, dn ada laporan tertulis. Tujuannya mengasah kemampuan literasi anak-anak lewat hasil tulisan mereka dalam perjalanan mengerjakan P5 ini,” kata Santi Evaria.
Sementara untuk rekayasa teknologi anak-anak mengidentifikasi masalah di lingkungan terdekat, yaitu menumpuknya sampah di lingkungan sekolah, kedua, pembulian, dan ketiga, stunting. Dari tiga poin itu sehingga mereka membuat sebuah prodak, seperti membuat kipas angin, dan lain sebagainya yang diolah dari sampah.

“Sedangkan dari stunting anak-anak membuat infografis. Infografis ini tujuannya rekayasa informasi dan harapan mereka adalah bahwa dengan informasi stunting ini bisa dicegah melalui baju, gelas, dan tas yang di sablon,” jelas Santi Evaria, Guru Pendidikan Agama Islam.
Pasca dari kegiatan ini pihak sekolah berharap, mudah-mudahan anak-anak dengan melaksanakan P5 ini karakter mereka terbentuk dengan baik, sehingga siswa bisa mandiri, dan berdiri diatas kaki sendiri, tanpa menyusahkan orang lain.





