News Update
Live Update Berita Terkini

Sistem Skor 3×15 Bikin Permainan Pebulu Tangkis Muda Lebih Agresif

Sabtu, 7 Nov 2026
Editor: Eky
Penulis: @ANT
Ketua Panitia Pelaksana MilkLife Superliga Junior 2026 Yuni Kartika saat ditemui awak media di GOR Djarum, Kudus, Jawa Tengah, Sabtu (7/11/2026). (ANTARA/Zaro Ezza Syachniar)
Dengarkan dgn suara Siap
2.4K pembaca

KUDUS (kabarpublik.id) – Penerapan sistem penghitungan skor 3×15 dalam turnamen MilkLife Superliga Junior 2026 mulai mengubah pola permainan pebulu tangkis muda. Format baru tersebut membuat pertandingan berlangsung lebih cepat dan mendorong pemain tampil lebih agresif sejak awal laga.

Ketua Panitia Pelaksana MilkLife Superliga Junior 2026, Yuni Kartika, mengatakan sistem 3×15 menghadirkan tekanan lebih tinggi dibandingkan format sebelumnya, yakni 3×21.

Sistem penghitungan skor tersebut dijadwalkan mulai diterapkan oleh Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) pada 4 Januari 2027.

“Hasilnya, permainan menjadi sangat cepat. Sistem 15 poin ternyata menimbulkan tekanan yang jauh lebih tinggi dibandingkan 21 poin. Anak-anak hampir jarang memainkan reli panjang. Mereka lebih banyak menyerang, memundurkan lawan, dan mempercepat permainan,” kata Yuni kepada wartawan di GOR Djarum, Kudus, Jawa Tengah, Sabtu (7/11/2026).

Menurut Yuni, perubahan pola permainan tersebut masih menjadi bagian dari proses adaptasi atlet terhadap sistem baru.

Ia mengingatkan bahwa ketika format 3×21 pertama kali diterapkan, para pemain juga membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri, terutama dalam membangun strategi dan mempertahankan reli panjang.

Karena itu, Yuni akan memantau perkembangan para pemain dalam dua hingga tiga bulan ke depan untuk melihat kemampuan mereka beradaptasi dengan sistem 3×15.

Menurut mantan pemain tunggal putri Indonesia tersebut, format 15 poin membuat pemain cenderung bermain dengan kecepatan penuh karena merasa memiliki cukup tenaga untuk mempertahankan intensitas permainan hingga pertandingan berakhir.

Sementara itu, pebulu tangkis muda Muhammad Lutfhi Habibi mengakui sistem skor 3×15 menuntut konsentrasi dan kesiapan lebih tinggi sejak awal pertandingan.

Lutfhi yang berpasangan dengan Muhammad Rizki Mubarrok di nomor ganda putra memperkuat PB Djarum berhasil mengalahkan pasangan Power Rajawali Tangerang, Fadhlan Lailatul Qadri/Revan Sakha Raya, pada babak semifinal.

Mereka menang dua gim langsung dengan skor 15-6 dan 15-7 dalam waktu 15 menit.

“Dari faktor fokus, kami harus lebih siap karena sistem 15 poin berlangsung cepat. Berbeda dengan 21 poin yang masih memungkinkan pemain mengatur tempo. Jadi, sejak awal pertandingan kami harus benar-benar fokus agar bisa meraih kemenangan,” ujar Lutfhi.

Perubahan sistem skor ini menjadi tantangan baru bagi pebulu tangkis muda untuk meningkatkan konsentrasi, kecepatan, dan ketepatan strategi dalam menghadapi pertandingan.

No More Posts Available.

No more pages to load.