Sebanyak 45 Siswa SMAN 4 Kota Ternate Ikuti ANBK 2022

oleh
oleh

Laporan : Yadi / Editor : YR

MALUKU UTARA [kabarpublik.id] – Sebanyak 45 siswa kelas XI SMA Negeri 4 Kota Ternate, Maluku Utara mengikuti Asesmen Nasional atau ANBK 2022. ANBK yang di mulai Senin 29 hingga 30 Agustus 2022 ini dijadikan ukuran bagi Kemendikbud untuk memberikan rangking kepada setiap sekolah di seluruh Indonesia.

Kandacong, Kepala SMA Negeri 4 Kota Ternate menyatakan,pelaksanaan ANBK tahun ini sedikit agak berbeda dengan 2021. Tahun kemarin bersifat survei bagi Kemendikbud. Tahun ini dijadikan ukuran bagi Kemendikbud memberikn rengking setiap sekolah di seluruh Indonesia.

“Tapi peserta setiap sekolah diambil sampel dari keseluruhan siswa. Untuk di SMA 4 sendiri 50 orang. Namun dari 50 siswa itu terdiri 45 orang yang diambil secara randem di dapodik,” ucapnya di sekolah, Senin 29 Agustus 2022.

Dari 45 orang itu menjadi peserta wajib, itu pun kalau dari 45 orang itu ada yang berhalangan hadir maka bisa mengambil dari 5 orang ini. ANBK yang laksanakan hari ini literasi. Besok ANBK adalah Numerik.

“Harapan saya sebagai Kepala Sekolah mudah- mudahan hasil kerja kita untuk mendidik anak-anak ini menghasilkan anak yang mumpuni yang dianggap oleh pemerintah pusat untuk pengolahan pendidikan itu sendiri,” harapannya.

Sebab Kandacong mengatakan, hasil kemarin lumayan bagus, literasinya sekalipun masih taraf rendah 1,7 tetapi literasi nasional secara umum 1,75. Dan tertinggi secara nasional adalah 1,9.

Selain itu, untuk guru-guru dan Kepala Sekolah sendiri sudah mendahului melaksanakan ANBK survei lingkungan belajar pada 25 kemarin, sebelum terjadwal pelaksanaan ANBK siswa.

“Jadi AN ini guru-guru ada yang melaksanakan di rumah dan ada di sekolah, tapi itu tergantung guru-guru bersangkutan punya keinginan dengn batas waktu yang telah ditentukan 25 kemarin. Ini pantau oleh kordinator Pokja untuk dijadikan sampel monitoring, dan alhamdulillah yang sudah mengikuti 100 persen,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan, dalam pelaksanaan ANBK ini ada pengawas silang. Dua orang guru SMA Negeri 4 ke SMA Negeri 5 dan sebaliknya.

“Hasil ANBK guru-guru ini nanti diketahui menjelang sebelum kita memulai tahun ajaran baru. Itu menjadi data bagi sekolah untuk memulai program-program kerjanya yang berbasis data. Jadi saya memberikan apresiasi atas langkah yang dilakukan oleh Kemendikbud dengan meniadakan UN melahirkan ANBK,” tuturnya.

Kandacong katakan, bagaimana Kemendikbud nanti mengunakan data-data ini untuk treatment
ke sekolah masing- masing, sehingga sekolah kedepannya itu sama, supaya sekolah di jawa dan sekolah di Maluku Utara sama dalam mengelola pembelajaran kepada siswa-Nya. Dan mudah-mudahan ini bisa terwujud.

No More Posts Available.

No more pages to load.