Breaking News
Live Update Berita Terkini

Sebanyak 33 Sekolah di Kota Ternate Sudah Terdaftar Pada Pelaksana IKM

Kamis, 21 Jul 2022
Oleh:
Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan Kota Ternate, Nurlela Syarbin. [Istimewa]
Dengarkan dgn suara Siap
9.5K pembaca

MALUKU UTARA [kabarpublik.id] – Di Kota Ternate, Maluku Utara ada 33 sekolah sudah      terdaftar pelaksana Implementasi Kurikulum   Merdeka (IKM), diantaranya 29 SD, 2 SMP, dan 2 Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Dari 33 sekolah itu sudah siap melaksanakan IKM di Tahun Ajaran  2022/2023, dengan pilihan kurikulum merdeka  mandiri, kurikulum merdeka belajar, dan kurikulum merdeka berubah. Hal ini  disampaikan oleh Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan Kota Ternate, Nurlela Syarbin.

Lanjut, jadi penyederhanaan dari kurikulum 13, yang sebagian pembelajarannya menggunakan kurikulum merdeka, itu pada   pilihan merdeka belajar. Sementara ada sekolah lain yang memilih kurikulum merdeka berubah. Kurikulum ini sudah berubah, dan tahapan-tahapan-Nya ke kurikulum merdeka. Tetapi dia hanya berubah pada bagian bagian tertentu, namun pelaksanaannya seperti sekolah penggerak, karena sekolah penggerak itu dia sudah melaksanakan kurikulum  merdeka berbagi.

“Jadi praktek-praktek baik itu dia sudah berbagai dengan  sekolah – sekolah  diluar  Kota Ternate. Namun implementasi ini hanya dua pilihan, yakni  merdeka belajar, dan   merdeka berubah. Maka dengan demikian 29  SD siap melaksanakan kurikulum  merdeka  pada tahun pelajaran 2022 – 2023,” ucapnya  di  ruang kerjanya, Kamis (21/07/2022)

Dirinya mengungkapkan bahwa, pendaftaran implementasi kurikulum merdeka ini pada akhir April yang lalu. Sementara SK   pelaksanaannya dari Kemendikbud yang   berkerjasama dengan Pemerintah Daerah (Pemda), dalam hal ini Dinas Pendidikan     Kota Ternate, dan Balai Guru Penggerak.

“Nah, jadi sudah ada 200 orang lebih  mengikuti kegiatan IKM ini. Yang selesai atau ditutup pada 30 April lalu. Implementasi  Kurikulum Merdeka ini, saya  selaku  Kepala  Bidang SD akan selalu  memantau 29 SD   sebaik mungkin, sehingga tahun depan mereka sudah bisa implementasi kan ke sekolah-sekolah yang belum melaksanakn
Implementasi Kurikulum Merdeka,” jelas Nurlela.

Nurlela juga menambahkan, karena kurikulum ini baru, maka diutamakan  bagi siswa kelas I, II, III, dan IV, sedangkan untuk kelas V belum masuk. Kemungkinan tahun depan  kelas V  akan dapat, sehingga seluruh kelas    melaksanakan IKM.

Kemudian kaitan dengan kompetensi Guru, ia menjelaskan bahwa, pihaknya kemarin sudah melakukan In-House Training kepada  guru-guru menyangkut dengan perangkat – perangkat pembelajaran penilaian yang harus   dilakukan dalam kurikulum merdeka dengan  Narasumber dari sekolah – sekolah penggerak.

“Bukan hanya itu, ada juga Platform Merdeka Belajar. Di dalam aplikasi itu semua ada bahan ajar, seperti video dan lainnya, maka guru tinggal mendownload aplikasi Play Store,  setelah itu baru masuk menggunakan akun belajar, karena semua guru di Indonesia   sudah memiliki akun belajar, begitu juga    dengan siswa. Jadi kita sudah punya Digital,”  pungkasnya. #[KP]

No More Posts Available.

No more pages to load.