MALUKU UTARA [kabarpublik.id] – Di Kota Ternate, Maluku Utara ada 33 sekolah sudah terdaftar pelaksana Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM), diantaranya 29 SD, 2 SMP, dan 2 Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
Dari 33 sekolah itu sudah siap melaksanakan IKM di Tahun Ajaran 2022/2023, dengan pilihan kurikulum merdeka mandiri, kurikulum merdeka belajar, dan kurikulum merdeka berubah. Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan Kota Ternate, Nurlela Syarbin.
Lanjut, jadi penyederhanaan dari kurikulum 13, yang sebagian pembelajarannya menggunakan kurikulum merdeka, itu pada pilihan merdeka belajar. Sementara ada sekolah lain yang memilih kurikulum merdeka berubah. Kurikulum ini sudah berubah, dan tahapan-tahapan-Nya ke kurikulum merdeka. Tetapi dia hanya berubah pada bagian bagian tertentu, namun pelaksanaannya seperti sekolah penggerak, karena sekolah penggerak itu dia sudah melaksanakan kurikulum merdeka berbagi.
“Jadi praktek-praktek baik itu dia sudah berbagai dengan sekolah – sekolah diluar Kota Ternate. Namun implementasi ini hanya dua pilihan, yakni merdeka belajar, dan merdeka berubah. Maka dengan demikian 29 SD siap melaksanakan kurikulum merdeka pada tahun pelajaran 2022 – 2023,” ucapnya di ruang kerjanya, Kamis (21/07/2022)
Dirinya mengungkapkan bahwa, pendaftaran implementasi kurikulum merdeka ini pada akhir April yang lalu. Sementara SK pelaksanaannya dari Kemendikbud yang berkerjasama dengan Pemerintah Daerah (Pemda), dalam hal ini Dinas Pendidikan Kota Ternate, dan Balai Guru Penggerak.
“Nah, jadi sudah ada 200 orang lebih mengikuti kegiatan IKM ini. Yang selesai atau ditutup pada 30 April lalu. Implementasi Kurikulum Merdeka ini, saya selaku Kepala Bidang SD akan selalu memantau 29 SD sebaik mungkin, sehingga tahun depan mereka sudah bisa implementasi kan ke sekolah-sekolah yang belum melaksanakn
Implementasi Kurikulum Merdeka,” jelas Nurlela.
Nurlela juga menambahkan, karena kurikulum ini baru, maka diutamakan bagi siswa kelas I, II, III, dan IV, sedangkan untuk kelas V belum masuk. Kemungkinan tahun depan kelas V akan dapat, sehingga seluruh kelas melaksanakan IKM.
Kemudian kaitan dengan kompetensi Guru, ia menjelaskan bahwa, pihaknya kemarin sudah melakukan In-House Training kepada guru-guru menyangkut dengan perangkat – perangkat pembelajaran penilaian yang harus dilakukan dalam kurikulum merdeka dengan Narasumber dari sekolah – sekolah penggerak.
“Bukan hanya itu, ada juga Platform Merdeka Belajar. Di dalam aplikasi itu semua ada bahan ajar, seperti video dan lainnya, maka guru tinggal mendownload aplikasi Play Store, setelah itu baru masuk menggunakan akun belajar, karena semua guru di Indonesia sudah memiliki akun belajar, begitu juga dengan siswa. Jadi kita sudah punya Digital,” pungkasnya. #[KP]





