Laporan : Yadi / Editor : YR
TERNATE [Kabarpublik.id] – Proses pembelajaran tatap muka terbatas hari ini di SD Negeri 65 Kota Ternate, di hari pertama sudah mulai dilaksanakan. Ini berdasarkan surat edaran Pemerintah Kota Ternate melalui Dinas Pendidikan.
“Alhamdulilah hari ini sesuai surat dari Dinas Pendidikan Kota Ternate tentang pembukaan kembali sekolah, yaitu untuk melaksanakan proses pembelajaran tatap muka terbatas,” ucap Asmadin, S.Pd, Kepala Sekolah SD Negeri 65 Kota Ternate kepada media ini di ruang kerjanya, Kamis (12/8/2021).
Mantan Ketua BEM STIKIP tahun 2004 ini mengatakan, hari ini SD Negeri 65 Kota Ternate, sudah membuka sekolah untuk melaksanakan proses belajar mengajar tatap muka terbatas.Meskipun persiapannya sangat singkat, dan cepat.
“Surat edaran ini dari dinas kami terima melalui group WhatsApp di saat sekolah dalam kondisi libur, yaitu tahun baru Islam 1443 Hijriah kemarin,” ungkapnya.
“Tapi kami dengan sigap antara guru-guru, dan siswa bisa menindaklanjuti menyiapkan ruang – ruang kelas, yang sebelumnya belum di gunakan selama tahun ajaran baru,” ungkap Asmadin lagi
Selanjutnya, Mudah – mudahan hari ini seperti yang dilihat, pihak sekolah sudah bisa melaksanakan belajar tatap muka untuk seluruh kelas. Selain itu, untuk per ruang, siswa itu sesuai edaran dari dinas itu apa bila merujuk SK empat menteri sebenarnya ketentuannya adalah jumlah maksimal per ruang itu 18 siswa.
Tapi disampaikan oleh dinas bahwa, untuk jenjang SD, dan SMP sif-nya itu dengan jumlah kapasitasnya 50 persen. Artinya jumlah siswa 30 orang, berarti yang masuk secara bergiliran itu adalah setengah. Nanti kalau misalnya jumlah siswa maksimalnya 30 orang di hari pertama 15, hari keduanya 15 orang.
“Jadi kami gunakan pendekatan ukuran yang di keluarkan oleh dinas pendidikan itu setengah dari siswa SDN 65 hari ini yang masuk, dan besoknya setengah dari jumlah siswa yang ada. Kemudian dalam proses pembelajaran tatap muka ini semua siswa hadir di hari pertama,” ujarnya.
“Saya kebetulan tadi memantau kelas, alhamdulilah seluruh siswa hadir, dan mereka sangat antusias menyambut proses belajar tatap muka terbatas ini,” jelas Asmadin.
Saat di sentil bagaimana perasaan pihak sekolah saat proses belajar tatap muka sekolah ini dibuka, dirinya menjelaskan, pihak sekolah merasa sangat bersyukur, karena sekolah dibuka kembali untuk melaksanakan proses belajar tatap muka terbatas.
“Kenapa demikian?, karena kita masih dalam keadaan suasana tahun ajaran baru, dimana di awal tahun ajaran ini butuh penyesuaian-penyesuaian antara guru – guru yang mengajar dalam satu tingkat kelas dengan siswa yang akan menjadi murid mereka selama satu tahun pelajaran,” ujarnya.
Untuk siswa kelas I, pria lulusan STKIP tahun 2004 ini menyampaikan, pihak sekolah sangat perhatin, sebab selama mereka mendaftar di sekolah sampai dimulainya aktivitas belajar mengajar tahun ajaran 2021/ 2022 mereka belum bertemu dengan guru, dan Kepala Sekolah.
“Mudah-mudahan hari ini para siswa senang, dan gembira pada saat hadir di ruang kelas. Dan harapan semoga kondisi pandemi ini cepat berakhir, sehingga kita bisa melaksanakan proses belajar tatap muka dengan normal, tidak lagi dengan menggunakan sif,” harap Asmadin.
Karena pihak sekolah juga menyadari bahwa, meskipun sudah melaksanakan tatap muka, tetapi metode sif – sifnya, masih menggunakan pergantian hari.
Ini juga tidak maksimal bagi siswa untuk menerima ini. Oleh karena itu, mudah-mudahan pendemi ini bisa cepat berakhir, agar sekolah-sekolah yang ada kembali normal.
“Dan paling terpenting adalah dimasa awal tatap muka ini mudah – mudahan warga SDN 65 Kota Ternate, mulai dari Kepala Sekolah, Guru-guru, staf sampai dengan siswa selalu dalam lindungan Allah SWT, sehingga bisa melaksanakan aktivitas seperti biasa,” tutup Asmadin.
Sekadar diketahui, dalam proses belajar tatap muka di hari pertama ini, para siswa telah menerapkan Prokes dengan menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak (3M).#[KP]





