Sambut Lebaran 2026, Pelangi di Mars Resmi Hadirkan Giant Balloon di SCBD

Jumat, 20 Feb 2026
Wamen Ekraf Irene Umar meresmikan balon raksasa film Pelangi di Mars di kawasan SCBD Tunnel BEJ, Jakarta, Kamis (19/2/2026), sebagai simbol peluncuran film jelang Lebaran 2026.(Sumber: ekraf go.id)
Dengarkan dgn suara Siap
44.9K pembaca

JAKARTA (kabarpublik.id) – Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif Irene Umar meresmikan peluncuran giant balloon film Pelangi di Mars di kawasan SCBD Tunnel BEJ, Jakarta, Kamis (19/2/2026). Instalasi balon raksasa tersebut menjadi simbol harapan bagi karya anak bangsa yang akan tayang pada momen Lebaran 2026.

Dalam peresmian itu, Irene menyebut Pelangi di Mars bukan sekadar film, melainkan representasi kemajuan teknologi dan kapasitas talenta kreatif Indonesia di industri perfilman.

“Film Pelangi di Mars bukan hanya pencapaian sebuah film Indonesia, tetapi juga perkembangan teknologi yang mana dunia bisa melihat mahakarya dari talenta-talenta anak bangsa yang kreatif. Kami bangga dapat mendukung film ini dari sisi skala produksi dan kualitas visual,” ujar Irene.

Usung Teknologi XR dan Genre Fiksi Ilmiah

Film bertema petualangan dan fiksi ilmiah ini didukung teknologi Extended Reality (XR) untuk memperkuat kedalaman cerita. Irene juga menekankan pentingnya kolaborasi hexahelix dalam mendorong kemajuan industri kreatif nasional.

Dukungan tersebut melibatkan Artha Graha Peduli bersama pengelola kawasan SCBD, SCBD Park, dan Creative Event Entertainment (CEE).

Irene sebelumnya juga meninjau DossGuavaXR Studio yang menjadi salah satu pusat produksi film tersebut. Ia menyebut kolaborasi lintas sektor menjadi fondasi penting agar ekonomi kreatif Indonesia mampu bersaing secara global.

“Tanpa dukungan berbagai pihak, akan sulit Indonesia melaju. Pelangi di Mars menunjukkan kekuatan IP Indonesia sebagai karya ramah anak yang relevan,” katanya.

Garapan 5 Tahun, Libatkan 300 Talenta

Film produksi Mahakarya Pictures ini diproduseri Dendi Reynando dan disutradarai Upie Guava dengan masa produksi hampir lima tahun. Film ini memadukan live action dan animasi.

Sejumlah aktor terlibat dalam adegan live-action, seperti Messi Gusti sebagai Pelangi, Lutesha sebagai Pratiwi, dan Rio Dewanto sebagai Banyu. Sementara lima robot ikonik diisi oleh pengisi suara ternama, antara lain Bimoky (Robot Batik), Kristo Immanuel (Yoman), Gilang Dirga (Petya), Vanya Rivani (Kimchi), dan Dimitri Arditya (Sulil).

Produser Dendi Reynando mengatakan film ini lahir dari kegelisahan atas minimnya film anak dan keluarga di Indonesia.

“Balon raksasa ini simbol bahwa Pelangi di Mars adalah cerita untuk semua orang. Harapannya menjadi IP asli Indonesia yang membanggakan keluarga,” ujarnya.

Sutradara Upie Guava menambahkan proyek ini melibatkan sekitar 300 talenta kreatif nasional.

“Energi kolaborasi yang besar membuat film ini bukan sekadar tontonan, tetapi gerakan menghadirkan dongeng dan imajinasi bagi anak-anak Indonesia,” katanya.

Film Pelangi di Mars dijadwalkan tayang mulai 18 Maret 2026, bertepatan dengan momentum libur Lebaran.

Kunjungi Pasar Imlek SCBD

Sebelum peresmian balon raksasa, Irene juga mengunjungi Pasar Imlek Gang Depan SCBD yang menghadirkan 25 booth kuliner bernuansa budaya Tionghoa. Kegiatan tersebut diharapkan turut mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif melalui sinergi lintas subsektor.

Dalam kegiatan itu, Irene didampingi Direktur Film, Animasi, dan Video Doni Setiawan. Hadir pula sejumlah tokoh, antara lain Tomy Winata, Christina Harapan, Arpin Wiradisastra, Josephine Sukmadewi, serta para pemeran dan pengisi suara film.

No More Posts Available.

No more pages to load.