Breaking News
Live Update Berita Terkini

RUPS BSG Diminta Belum Rombak Direksi dan Komisaris

Rabu, 26 Mar 2025
Editor: redaksi
Dengarkan dgn suara Siap
16.1K pembaca

SULUT [kabarpublik.id] –Sebaiknya RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham) BSG (Bank SulutGo) nanti tidak melakukan perombakan direksi dan komisaris, tetapi menunggu saja sampai masa tugas mereka selesai Pebruari tahun depan sehingga mereka dapat menyelesaikan seluruh rencana bisnis yang sudah dibuat.

Tapi kalau pun ada perombakan sebaiknya figur-figur yang direkrut berasal dari internal BSG karena mereka yang lebih memahami karakter BSG sebagai bank daerah. Mereka yang lebih memahami karakter para pemegang saham yang adalah kepala daerah, yang mengusung visi misi beragam itu. Menempatkan orang luar dari BSG yang hanya memahami seluk beluk perbankan tetapi tidak memahami karakter kepala daerah akan menghambat usaha bank.

Foto: Istimewa

Demikian pendapat Koordinator Sulut Corruption Watch Deswerd Zougira saat dihubungi kabarpublik.id Selasa (25/3). Isu akan ada pergantian direksi dan komisaris di RUPS beredar kencang sepekan terakhir ini.

Informasi yang diterima kabarpublik.id, rencananya RUPS akan digelar 9 April nanti. RUPS molor karena menunggu pelantikan kepala daerah terpilih.

Kata Deswerd, merekrut, terutama direksi dari internal BSG guna menghindari konflik dengan kepala daerah sehingga usaha bisnis BSG tidak sampai terdampak seperti yang sudah pernah terjadi di periode lalu ketika direksi direkrut dari luar BSG.

“Kasus pemindahan rekening Pemda dari BSG ke bank lain oleh Wali Kota Manado, Bupati Bolmong, Bupati Mitra dan Bupati Gorontalo beberapa waktu lalu harus jadi pelajaran”, ingat aktivis antikorupsi itu.

Ditambahkan Deswerd, di BSG sudah tersedia SDM untuk pos-pos di atas, jadi tidak fair bila masih diambil dari luar karena pasti juga mematikan karier mereka.

Sesuai catatan kabarpublik.id, memasuki tahun kelima periode komisaris dan direksi–saat ini seluruh direksi berasal dari internal BSG–berjalan cukup stabil. Tidak terdengar ada konflik dengan kepala daerah.

Di periode ini pula pemenuhan modal yang disyaratkan OJK (Otoritas Jasa Keuangan) berjalan lancar.

Ada peresmian kantor pusat berlantai IX, pembukaan kantor wilayah Gorontalo dan pembangunan fasilitas diklat, juga rasio pegawai yang mulai ramping.

Hanya saja, kabarpublik.id mencatat ada peningkatan usaha tetapi laba tidak mencapai target dan kesejahteraan karyawan yang masih rendah.

Corporate Secretary BSG Heince Rumende, dihubungi Selasa (25/3) mengatakan laba yang tidak capai target–hampir sama dengan laba tahun lalu–adalah dampak dari kenaikan BI rate yang mewajibkan BSG membayar bunga deposito yang ikut naik.

“Tapi tahun ini nampak mulai stabil sehingga potensi laba akan naik dan kesejahteraan bisa dipulihkan lagi”, kata Heince.(*)

No More Posts Available.

No more pages to load.