Dari pertemuan kontra Jiang Zhen Bang/Wei Yaxin di babak final tersebut, Amri/Nita masih butuh peningkatan dari faktor teknik hingga mental bertanding.
“Mereka dari awal gim kedua percaya dirinya luar biasa, speed-nya juga. Mereka memukul atau gerak bagaimana pun jadi (poin), kami jadi tertekan. Tidak bisa keluar dari tekanan,” ungkap Amri selepas pertandingan di Ichinomiya, Aichi, Jepang, Selasa.
Pertandingan tersebut berlangsung selama 43 menit, dan berakhir dengan dua gim langsung 19-21, 8-21.
Duo Indonesia sempat unggul dan bermain meyakinkan pada gim pertama. Namun setelah interval, pasangan Jiang/Wei justru balik menekan dan mengejar ketertinggalan hingga match point.
Amri menuturkan, situasi tersebut membuat mereka kesulitan untuk fokus dan justru memberikan keuntungan psikis bagi lawan.
“Kami sempat unggul di akhir gim pertama, padahal itu peluang buat kami. Tapi sayangnya di poin-poin krusial itu kami tidak bisa memanfaatkan momentum, jadi mereka kasih pressure terus, kami tidak bisa keluar dari tekanan,” Amri mengungkapkan.
Dengan hasil pertandingan pada partai pertama tersebut, cabang olahraga bulu tangkis Indonesia menyumbangkan medali perak bagi Merah Putih.
Kontingen Indonesia masih berpeluang membawa tambahan satu medali emas pada cabang olahraga bulu tangkis, melalui penampilan ganda putra Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin pada partai keempat, melawan Liang Weikeng/Wang Chang asal China.
Sebelumnya, bulu tangkis Indonesia juga sukses memboyong medali emas dari nomor beregu putra dengan mengalahkan tim China. (ant)






