Breaking News
Live Update Berita Terkini

Psikolog: Prioritaskan Keselamatan Saat Mengakhiri Hubungan Tidak Sehat

Kamis, 25 Jun 2026
Editor: Eky
Penulis: @ANT
Ilustrasi - Pertengkaran pasangan. (Pixabay/antara)
Dengarkan dgn suara Siap
2.8K pembaca

JAKARTA (kabarpublik.id) – Mengakhiri hubungan yang tidak sehat sering kali menjadi keputusan yang sulit, meskipun seseorang telah menyadari berbagai tanda bahaya dalam hubungan tersebut. Karena itu, aspek keselamatan diri harus menjadi prioritas utama saat mengambil keputusan untuk mengakhiri hubungan yang berpotensi membahayakan.

Psikolog klinis Dra. A. Kasandra Putranto menjelaskan bahwa hubungan yang diwarnai perilaku agresif, kontrol berlebihan, intimidasi, atau menimbulkan rasa takut merupakan tanda bahwa seseorang perlu segera mempertimbangkan langkah untuk melindungi dirinya.

“Ketika sebuah hubungan menunjukkan banyak tanda bahaya, terutama jika sudah mengarah pada perilaku agresif, mengontrol, mengintimidasi, atau membuat seseorang merasa takut, maka keselamatan diri perlu menjadi prioritas utama,” ujar Kasandra, Rabu (25/6).

Menurutnya, apabila pasangan pernah melakukan ancaman, tindakan agresif, penguntitan, atau menunjukkan kondisi emosi yang tidak stabil, proses mengakhiri hubungan sebaiknya dilakukan di tempat yang aman dan dengan dukungan orang-orang terpercaya.

Kasandra menyarankan agar sebelum mengambil keputusan, seseorang terlebih dahulu membangun sistem pendukung dengan memberi tahu keluarga, sahabat, atau pihak yang dapat dipercaya mengenai rencana tersebut. Langkah ini penting karena pelaku yang memiliki kecenderungan mengontrol sering kali membuat pasangannya merasa terisolasi dan bergantung sepenuhnya kepada dirinya.

Ia menjelaskan bahwa korban hubungan tidak sehat umumnya mengalami penurunan kepercayaan diri sehingga kesulitan mengambil keputusan secara mandiri, termasuk saat ingin mengakhiri hubungan.

“Korban dalam hubungan yang mengandung unsur kontrol koersif sering kali mengalami penurunan rasa percaya diri dan merasa sulit mengambil keputusan secara mandiri,” katanya.

Karena itu, dukungan sosial dari keluarga dan lingkungan terdekat menjadi faktor penting untuk membantu korban keluar dari hubungan yang merugikan. Selain dukungan sosial, korban juga dapat memanfaatkan layanan konseling profesional guna memahami situasi yang dihadapi, meningkatkan kepercayaan diri, serta menyusun strategi yang aman untuk mengakhiri hubungan.

Kasandra juga menekankan pentingnya menetapkan batasan secara jelas dan tegas saat menyampaikan keputusan berpisah. Menurutnya, keputusan yang disampaikan secara lugas dapat mengurangi peluang terjadinya manipulasi emosional dari pasangan.

“Sampaikan keputusan secara jelas tanpa memberikan harapan yang ambigu jika memang keputusan sudah final,” ujarnya.

Selain itu, ia mengingatkan agar tidak terlibat dalam perdebatan yang berlarut-larut. Dalam beberapa kasus, pasangan yang bersifat agresif dapat menggunakan rasa bersalah, ancaman, maupun janji tertentu untuk mempertahankan hubungan.

Oleh sebab itu, korban disarankan tetap berpegang pada keputusan yang telah dibuat demi menjaga keamanan, kesehatan mental, dan kesejahteraan dirinya.

No More Posts Available.

No more pages to load.