Pramono Anung Pastikan Jakarta Belum Temukan Kasus Super Flu

Minggu, 11 Jan 2026
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menghadiri peluncuran program Gig Economy bagi Generasi Z sekaligus soft launching AI Innovation Challenge di Jakarta Creative Hub, Jakarta Pusat, pada Kamis (18/12). (Sumber: jakarta.go.id)
Dengarkan dgn suara Siap
172K pembaca

JAKARTA (kabarpublik.id) – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan hingga saat ini belum ditemukan kasus penyakit yang disebut sebagai “super flu” di wilayah Jakarta. Hal tersebut disampaikannya saat ditemui di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat, Minggu (11/1/26)

“Untuk super flu sampai hari ini belum ada kasus di Jakarta,” ujar Pramono.

Gambar konten
Sumber: Kabarpublik.id

Ia menjelaskan, super flu dikenal sebagai varian influenza A H3N2 subkelas K yang memiliki tingkat penularan tinggi dan berpotensi menimbulkan gejala lebih berat.

Meski demikian, Pramono mengimbau masyarakat tetap waspada dengan menerapkan langkah-langkah pencegahan, salah satunya melalui vaksinasi.

Pramono juga mengungkapkan telah meminta Dinas Kesehatan DKI Jakarta untuk melakukan langkah antisipatif dan persiapan dini.

Menurutnya, vaksin influenza saat ini masih tersedia secara berbayar karena belum menjadi program pemerintah pusat.

“Saya sudah berkali-kali menyampaikan kepada Kepala Dinas Kesehatan untuk melakukan langkah preventif. Bagi masyarakat yang ingin divaksin, memang masih berbayar karena belum masuk program nasional,” katanya.

Ia berharap Jakarta tetap terbebas dari kasus super flu. “Mudah-mudahan tidak ditemukan kasusnya di Jakarta,” tambah Pramono.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati menyampaikan bahwa hingga kini belum ada vaksin khusus untuk super flu. Namun, vaksin influenza yang sudah lama tersedia dapat dimanfaatkan sebagai upaya pencegahan.

“Tidak ada vaksin khusus super flu, tetapi ada vaksin influenza yang bisa diberikan sebagai antisipasi,” jelas Ani.

Ia menambahkan, karena vaksin influenza tersebut belum termasuk dalam program vaksinasi pemerintah, masyarakat yang ingin mendapatkannya masih dikenakan biaya. Vaksin dapat diakses di berbagai fasilitas kesehatan, termasuk rumah sakit umum daerah (RSUD) di Jakarta.

No More Posts Available.

No more pages to load.