Gubernur Pramono Hadiri Haul ke-85 M.H. Thamrin

Minggu, 11 Jan 2026
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menghadiri haul ke-85 sekaligus ziarah makam Pahlawan Nasional Mohammad Husni (M.H.) Thamrin di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat, pada Minggu (11/1). (Sumber: jakarta.go.id)
Dengarkan dgn suara Siap
9.7K pembaca

JAKARTA (kabarpublik.id) – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menghadiri haul ke-85 sekaligus ziarah makam Pahlawan Nasional Mohammad Husni (M.H.) Thamrin di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat, Minggu (11/1). Kehadiran ini menjadi bentuk penghormatan atas jasa dan perjuangan M.H. Thamrin bagi masyarakat Betawi dan bangsa Indonesia.

“Mohammad Husni Thamrin memiliki peran besar dalam perjuangan bangsa melalui lobi-lobi internasional melawan penjajahan. Karena itu, M.H. Thamrin bukan hanya milik masyarakat Betawi, tetapi milik seluruh rakyat Indonesia,” ujar Pramono.

Ia menegaskan, nilai perjuangan M.H. Thamrin dalam membela dan melindungi masyarakat kecil menjadi landasan utama dalam menjalankan pemerintahan di DKI Jakarta. Prinsip tersebut diwujudkan melalui berbagai kebijakan, seperti Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus, Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU), program pemutihan ijazah, serta jaminan layanan kesehatan melalui BPJS.

Sebagai bentuk pengawasan langsung, Pramono mengaku rutin mengunjungi puskesmas dan rumah sakit milik Pemprov DKI Jakarta untuk memastikan kualitas pelayanan publik berjalan optimal.

Pada kesempatan tersebut, Pramono juga menekankan pentingnya persatuan Majelis Kaum Betawi sebagai lembaga adat utama agar mampu berperan maksimal sebagai pemersatu masyarakat, pelestari budaya, dan mitra strategis pemerintah.

“Di momen haul ke-85 ini, harapan saya sederhana: Majelis Kaum Betawi bisa bersatu. Tidak perlu lagi ada perpecahan. Apa pun tanggung jawab saya sebagai gubernur, akan saya laksanakan,” tegasnya.

Pramono menambahkan, Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 tentang Daerah Khusus Jakarta secara tegas menetapkan budaya Betawi sebagai budaya utama Jakarta. Oleh karena itu, unsur Betawi kini terus dihadirkan dalam berbagai aktivitas dan pembangunan di Balai Kota, mulai dari busana, transportasi publik, hingga ornamen budaya.

“Ke depan, wajah Betawi harus hadir di seluruh sudut Jakarta, dari batas kota, gedung, taman, RPTRA, hingga desain kawasan. Saya selalu meminta arsitek dan desainer menonjolkan identitas Betawi dalam setiap pembangunan,” ujarnya.

Sementara itu, mantan Gubernur DKI Jakarta periode 2007–2012 yang juga Ketua Dewan Adat Majelis Kaum Betawi, Fauzi Bowo, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Gubernur Pramono. Ia juga mengapresiasi rencana Pemprov DKI memindahkan Patung M.H. Thamrin ke Jalan M.H. Thamrin serta melakukan revitalisasi Museum M.H. Thamrin.

“Penghormatan kepada M.H. Thamrin tidak boleh berhenti pada seremoni. Nilai perjuangannya harus terus diterapkan untuk menjawab tantangan bangsa saat ini,” kata pria yang akrab disapa Foke.

Ia menambahkan, semangat persatuan yang diperjuangkan M.H. Thamrin dalam merangkul berbagai golongan harus menjadi teladan, khususnya bagi kaum Betawi, untuk terus bersatu dan berkontribusi bagi Jakarta dan Indonesia.

No More Posts Available.

No more pages to load.