JAKARTA (kabarpublik.id) – Posko Nasional Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) periode Ramadan dan Idulfitri (RAFI) 1447 H/2026 resmi ditutup pada Selasa (31/3/26). Penutupan dilakukan oleh Inspektur Jenderal Kementerian ESDM, Yudhiawan, yang mewakili Wakil Menteri ESDM.
Dalam keterangannya seperti dikutip dari lama esdm.go.id, Rabu (1/4/26), Yudhiawan menyampaikan bahwa pasokan energi nasional selama periode RAFI 2026 berada dalam kondisi aman dan terkendali, meskipun di tengah dinamika geopolitik global.
“Selama periode tersebut, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia bersama Wakil Menteri ESDM Yuliot turun langsung ke berbagai daerah untuk memastikan ketersediaan energi. Pemantauan mencakup distribusi BBM, LPG, gas bumi, pasokan listrik, hingga kesiapan mitigasi bencana geologi, yang seluruhnya berjalan dengan baik,” jelasnya.
Ketua Posko Nasional Sektor ESDM RAFI 2026, Erika Retnowati, menyampaikan bahwa keberhasilan pelaksanaan posko tidak lepas dari sinergi seluruh pemangku kepentingan. Ia juga mengapresiasi masyarakat yang turut menjaga kondisi tetap kondusif selama Ramadan hingga Idulfitri.
Secara rinci, ketahanan stok BBM nasional terjaga dengan baik untuk seluruh jenis, seperti gasoline, gasoil, kerosene, dan avtur, dengan rata-rata di atas 20 hari. Konsumsi harian gasoline meningkat sebesar 15 persen, sementara gasoil mengalami penurunan 18 persen.
“Adapun konsumsi avtur naik 7,2 persen dibandingkan kondisi normal,” ujarnya.
Untuk sektor LPG, penyaluran berjalan lancar dengan dukungan agen dan pangkalan, termasuk layanan siaga 24 jam di wilayah dengan permintaan tinggi. Rata-rata ketahanan stok LPG nasional tercatat 11,6 hari, dengan penyaluran harian mencapai 34.206 metrik ton atau naik 6,5 persen dari kondisi normal.
Di sektor gas bumi, pasokan dilaporkan tetap aman tanpa kendala. Sementara itu, sistem ketenagalistrikan nasional juga berada dalam kondisi normal, dengan 17 sistem kelistrikan tidak mengalami gangguan maupun defisit.
“Pada sektor geologi, tercatat beberapa kejadian seperti gempa bumi dan gerakan tanah. Namun, tidak ada gunung api berstatus Awas. Hanya dua gunung api berstatus Siaga, yakni Gunung Merapi dan Gunung Semeru. Seluruh kejadian tersebut tidak berdampak pada distribusi energi nasional,” tutupnya.





