KARAWANG (kabarpublik.id) – Keberhasilan pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan nasional terus mendapat respons positif dari para petani. Di Karawang, Jawa Barat, yang dikenal sebagai salah satu lumbung padi nasional, kebijakan strategis pemerintah dinilai membawa perubahan nyata bagi peningkatan produksi dan kesejahteraan petani.
Ahmad, petani asal Desa Kertamukti, Kecamatan Cilebar, yang telah menggeluti sektor pertanian sejak 1990, mengungkapkan bahwa kondisi pertanian saat ini jauh lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Ia menilai kemudahan akses pupuk dan penurunan harga menjadi faktor penting yang mendorong produktivitas.
“Sekarang pupuk lebih mudah didapat dan harganya juga turun. Dulu sempat sulit, sekarang jauh lebih lancar,” ujar Ahmad saat ditemui, Rabu (7/1/26).
Sebagai sentra produksi padi, Karawang menjadi contoh keberhasilan program swasembada pangan. Ahmad menyebut produktivitas lahan sawah meningkat signifikan. Jika sebelumnya hasil panen hanya 2–3 ton per hektare, kini petani mampu menghasilkan lebih dari 6 ton, bahkan mencapai 7–8 ton per hektare.
“Produksi jelas meningkat. Bantuan pupuk, alat mesin pertanian, dan kebijakan yang berpihak kepada petani benar-benar kami rasakan di lapangan,” katanya.
Keberhasilan swasembada beras nasional pada 2025, yang ditandai dengan tidak adanya impor beras, turut memperkuat kepercayaan diri petani. Kebijakan kenaikan harga gabah juga dinilai berdampak langsung terhadap peningkatan pendapatan petani.
“Harga gabah sekarang sangat terasa manfaatnya. Baru setahun, kesejahteraan petani di sini naik sekitar 70 sampai 75 persen,” ungkap Ahmad.
Hal serupa disampaikan Leo, petani dari Kecamatan Cilebar. Menurutnya, kombinasi harga pupuk yang lebih terjangkau dan harga gabah yang meningkat menjadi kunci membaiknya ekonomi petani.
“Pupuk lancar, harga padi bagus. Panen dan tanam jadi lebih maksimal, petani pun makin semangat,” ujarnya.
Sementara itu, Karyadi, petani dari Desa Sukapura, Kecamatan Rawamerta, menyebut kebijakan pemerintah telah mendorong motivasi petani untuk terus meningkatkan hasil produksi.
“Dengan swasembada pangan, semangat petani meningkat. Harga padi naik, bantuan alat juga ada, semuanya terasa langsung,” katanya.
Meski demikian, para petani berharap pemerintah terus memperkuat pembangunan infrastruktur irigasi untuk menjaga keberlanjutan produksi, terutama di wilayah pesisir Karawang.
Menutup pernyataannya, para petani menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman atas kebijakan yang dinilai berpihak kepada petani.
“Kami benar-benar merasakan kemajuannya. Terima kasih kepada Bapak Presiden dan Bapak Menteri Pertanian,” ujar Ahmad.
Keberhasilan swasembada pangan ini menegaskan komitmen pemerintah dalam membangun sektor pertanian nasional yang berkelanjutan serta meningkatkan kesejahteraan petani sebagai fondasi ketahanan pangan Indonesia.





