Oleh: Abdullah Sugiyanto
Baru saja kita merayakan kemenangan setelah berjuang penuh selama satu bulan yaitu melaksanakan ibadah puasa ramadhan dengan segala amaliyahnya.
Ulama-ulama terdahulu, para salafussholeh dan para sahabat Nabi, pasca ramadhan berdoa kepada Allah SWT selama enam bulan agar ibadahnya selama ramadhan diterima Allah, dan berdoa selama enam bulan berikutnya agar dipertemukan bulan ramadhan. Ramadhan hadir dalam rangka melakukan perubahan terhadap nilai-nilai kehidupan. Perubahan ini datangnya dari diri kita sendiri, Allah berfirman dalam Surat Ar Ra’du ayat 11 yang artinya Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum, sehingga kaum itu sendiri yang merubahnya.
Nilai-nilai apa dalam kehidupan yang perlu dirubah dan ditingkatakan yang sekaligus merupakan pesan moral ibadah ramadhan, nilai-nilai tersebut adalah pertama: Terwujudnya pribadi yang bertaqwa. Kecintaan kepada Allah diatas kecintaan yang lainnya. Kalau kemarin kita belum dekat maka sekarang harus lebih dekat kepada Allah. Taqwa tidak cukup dimaknai hanya keberhasilan membangun hubungan baik secara vertikal kepada Allah, tapi juga berhasil membangun hubungan baik secara horisontal dengan sesamanya. Kesholehan spiritual saja tidak cukup tapi harus diimbangi dengan kesholehan sosial.
Kedua: terwujudnya pribadi yang santun. Santun disini adalah santun terhadap diri sendiri maupun santun terhadap orang lain, yaitu sikap yang menunjukkan kesopanan dan keramahan dalam berinteraksi dengan orang lain yaitu bertindak dengan cara yang sopan, hormat, dan tidak menyinggung perasaan orang lain.
Ketiga: Terwujudnya pribadi yang qona’ah. Ramadhan membentuk mental yang selalu merasa cukup dan puas terhadap apa yang diterima, atau kemampuan untuk menerima dan menghargai apa yang ada, tanpa harus memiliki keinginan yang tidak terkendali. Jadi qona’ah merupakan sikap mental yang membuat seseorang merasa puas dan terima kasih dengan apa yang dimiliki, serta tidak memiliki keinginan yang berlebihan.
Keempat: Terwujudnya jiwa yang lebih bersyukur. Syukur adalah rasa terima kasih dan pujian kepada Allah SWT atas nikmat dan karunia yang diberikan, serta sikap hati yang membuat seseorang mengakui dan menghargai kebaikan Allah SWT dalam hidupnya. Jadi syukur bukan hanya diucap saat kita mendapatkan nikmat yang besar. Syukur adalah tetap memuji Allah meski keadaan sedang tidak berpihak pada keinginan kita.
Kelima: Peningkatan amal ibadah. Ramadhan merupakan bulan pendidikan, motivasi amaliyah ramadhan hendaknya tetap terjaga hingga pasca ramadhan sebagai bukti keistiqomahan beramal sekaligus sebagai indikator keberhasilan menjalankan ibadah puasa berupa peningkatan amal ibadah dan ini karakter pribadi yang bertaqwa. Peningkatan amal ini bisa direalisasikan dalam bentuk ibadah-ibadah wajib maupun sunah yang lebih optimal dalam kehidupan sehari-hari.
Wallahu a’lam bishowab





