BANDUNG (kabarpublik.id) – Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bandung Utara menghadiri rapat koordinasi penanganan lahan kritis yang digelar Satuan Tugas (Satgas) Citarum Harum di Posko Pengendalian DAS Citarum, Dago, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Rabu (29/4/26).
Rapat ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam menangani lahan kritis di wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum. Pembahasan meliputi mekanisme koordinasi antarinstansi, penyelarasan standar operasional prosedur (SOP), serta tindak lanjut teknis di lapangan guna meningkatkan efektivitas pengawasan.
Administratur KPH Bandung Utara, Deden Yogi Nugraha, menegaskan komitmen Perhutani dalam mendukung upaya terpadu tersebut, khususnya dalam pengelolaan kawasan hutan.
“Melalui rapat ini diharapkan tercipta kesamaan persepsi dan langkah terpadu antar pemangku kepentingan agar penanganan lahan kritis berjalan lebih efektif, terarah, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Kegiatan ini juga dihadiri sejumlah pihak, di antaranya Administratur KPH Bandung Selatan, Kepala Harian Satgas Citarum Harum Letjen TNI (Purn) Dedi Kusnadi Tamin, Komandan Satgas Citarum Harum Kolonel Inf Yanto Kusno Hendarto, Kepala Dinas Kehutanan, Kepala BBKSDA Jawa Barat, serta perwakilan instansi terkait lainnya.
Dalam arahannya, Komandan Satgas Citarum Harum Kolonel Inf Yanto Kusno Hendarto menekankan pentingnya koordinasi terpadu antarinstansi untuk memastikan efektivitas pengawasan dan penanganan di lapangan.
Menurutnya, sinergi melibatkan TNI, Polri, Perhutani, pemerintah daerah, serta instansi terkait lainnya harus didukung sistem komunikasi dan pelaporan yang terintegrasi agar proses pengambilan keputusan lebih cepat dan tepat.
Dengan koordinasi yang solid, diharapkan pengendalian lahan kritis di DAS Citarum dapat berjalan optimal sekaligus menjaga kelestarian lingkungan secara berkelanjutan.





