JAKARTA (kabarpublik.id) – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta diminta melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD) di Jalan HR Rasuna Said yang akan mulai diberlakukan efektif pada 1 Juni 2026.
Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo, menilai evaluasi tidak cukup hanya berdasarkan kajian teknis lalu lintas. Menurutnya, Pemprov DKI dan Dinas Perhubungan perlu melibatkan masyarakat secara aktif dalam proses evaluasi kebijakan tersebut.
Ia menyebutkan, warga terdampak, komunitas pengguna jalan, pelaku usaha, hingga peserta CFD harus dilibatkan agar kebijakan yang diterapkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat di lapangan.
Rio menegaskan pengalaman masyarakat yang melintas maupun beraktivitas di kawasan Rasuna Said perlu menjadi pertimbangan penting dalam penyusunan kebijakan lalu lintas selama CFD berlangsung.
Menurut dia, rekayasa lalu lintas harus dirancang secara fleksibel dan adaptif, seperti penerapan pengalihan arus secara bertahap, optimalisasi lampu lalu lintas, hingga pemberlakuan sistem satu arah sementara di titik tertentu.
Selain itu, skema rekayasa lalu lintas juga perlu disosialisasikan lebih awal agar masyarakat dan pelaku usaha dapat menyesuaikan aktivitas mereka sehingga pelaksanaan CFD tidak memicu gangguan berkepanjangan bagi pengguna jalan lainnya.
Rio juga mendorong pembentukan tim terpadu yang melibatkan Dinas Perhubungan, kepolisian, dan unsur masyarakat untuk melakukan pemantauan langsung selama CFD berlangsung.
Ia menambahkan evaluasi harus dilakukan berdasarkan data lapangan, mulai dari tingkat kepadatan kendaraan, waktu tempuh, efektivitas jalur alternatif, hingga dampaknya terhadap kenyamanan peserta CFD dan aktivitas ekonomi di sekitar kawasan tersebut.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan pelaksanaan CFD di Jalan HR Rasuna Said akan dimulai efektif pada 1 Juni 2026 setelah seluruh fasilitas penunjang selesai disiapkan oleh Pemprov DKI Jakarta.
Pramono mengatakan pelaksanaan CFD di Rasuna Said akan berjalan bersamaan dengan kawasan Sudirman-Thamrin sebagai upaya memperluas ruang publik ramah lingkungan di Jakarta.





