Laporan : Ifan S. Saluki
Editor : YR
GORONTALO [kabarpublik.id] – Kantor penyimpnan brigade alsintan (alat mesin pertanian) yang berada di seksi Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo, saat ini sedang diupayakan untuk dapat berdiri menjadi UPTD (Unsur Pelaksana Teknis Daerah).
Keseriusan Pemerintah Provinsi Gorontalo itu, terlihat saat Penjabat Gubernur Hamka Hendra Noer bersama Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo, meninjau langsung tempat brigade alsintan yang terletak di Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo, Rabu (04/03/2023).
“Alsintan kita ini memang telah menjadi rujukan Nasional. Oleh sebab itu ini akan di upgrade menjadi UPTD. Jadi statusnya akan kita naikkan. Dan hari ini kita lakukan peninjauan dari aspek organisasi dan kelembagaan, kita ajak pak Ketua Komisi I bersama seluruh anggotanya,” ungkap Penjagub Hamka.
Brigade alsintan ini merupakan satu terobosan program inovatif Pemerintah Provinsi Gorontalo yang telah dilaksanakan sejak tahun 2015. Program ini telah memperoleh penghargaan dari Kementerian Pertanian RI dan menjadi pilot project pengelolaan serta pelayanan jasa alsintan bagi provinsi lainnya. Bahkan ini juga menjadi nominasi dalam penilaian penghargaan PPD Bappenas RI tahun 2019 kategori inovasi pelayanan publik pemerintah daerah.
“Rencana pengajuan UPTD brigade alsintan ini memang telah di bahas sebelumnya bersama DPRD Provinsi Gorontalo. Terkait kenapa Komisi I dan bukan Komisi II yang prokernya adalah pertanian, menurut saya karena komisi I yang menangani masalah aset dan kelembagaan. Sementara brigade alsintan ini adalah masalah pemeliharaan aset – aset daerah dengan nilai cukup besar,” ujarnya.
Penjagub Hamka menambahkan dengan hadirnya alat yang dipakai oleh petani ini, diharapkan bisa menjadi awal kebangkitan pertanian di Provinsi Gorontalo, dan masyarakat akan lebih bergairah lagi jadi petani.
Sementara itu, Ketua Komisi I AW Thalib menyambut baik permintaan Dinas Pertanian untuk meningkatkan status brigade alsintan dari seksi akan naik jadi UPTD.
Hal ini kata dia, akan segera diupayakan, bahkan kalau perlu awal tahun 2023, statusnya harus sudah berubah.
“Karena aset yang ada di brigade alsintan bisa kita lihat sendiri sangat banyak, anggarannya dikisarkan di atas 100 Miliar. Tentunya ini perlu penanganan khusus yang cocoknya dikelola oleh sebuah lembaga seperti dibentuk UPTD. Dan kita sudah menyaksikan langsung bagimana brigade alsintan milik pemerintah provinsi bekerja, ternyata sangat efektif,” ujar AW Thalib
Lebih lanjut dirinya mengatakan bahwa nantinya bila brigade ini berdiri sendiri, maka hal tersebut bisa menjadi sumber PAD yang muaranya untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani di Gorontalo.
“Sehingga kedepannya ini akan terus kita perbesar, setelah jadi UPTD pasti akan naik lagi. Karena jumlah masyarakat petani kita di Provinsi ini kurang lebih 38 atau 39 persen dari total jumlah penduduk. Jadi alat alat ini harus kita pelihara agar bisa terjaga secara baik, jadi pengelolaannya harus sudah dibawah badan atau lembaga yang mandiri,” tandasnya
Saat ini, ketersediaan alsintan di brigade alsintan Provinsi Gorontalo yang diadakan sejak tahun 2015 sampai dengan tahun 2022, semuanya terawat dengan baik dan dalam keadaan atau kondisi siap dioperasionalkan. Keseluruhan alat berjumlah 12.367 unit, yang terdiri dari 745 unit alat pasca panen dan 11.622 unit alat pra panen. #[KP]





