Breaking News
Live Update Berita Terkini

Pecel Jatim Tembus Tujuh Besar Salad Terbaik Dunia

Sabtu, 30 Mei 2026
Editor: Jamalul Insan
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat menunjukkan pecel khas Jatim menempati peringkat ketujuh dalam daftar 100 Salad Terbaik di Dunia 2026 versi TasteAtlas. ANTARA/HO-Biro Adpim Pemprov Jatim
Dengarkan dgn suara Siap
2.6K pembaca

SURABAYA  (Kabarpublik.id) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bangga pecel khas Jatim menempati peringkat ketujuh dalam daftar 100 Salad Terbaik di Dunia 2026 versi TasteAtlas, sekaligus menjadi pengakuan internasional terhadap kekayaan kuliner dan budaya daerah.   

“Pecel bukan hanya makanan tradisional, tetapi identitas budaya masyarakat Jawa Timur. Dari sepincuk pecel, dunia bisa melihat bagaimana masyarakat Jawa hidup berdampingan dengan alam, memanfaatkan bahan-bahan lokal yang sehat, sederhana, namun kaya rasa,” ujar Khofifah di Surabaya, Sabtu.

Menurut dia, capaian tersebut menunjukkan kuliner tradisional Indonesia semakin mendapat tempat di panggung global. Selain pecel, sejumlah hidangan nusantara juga masuk daftar yang sama, antara lain ketoprak di peringkat ke-18, gado-gado urutan ke-30, serta rujak cingur, asinan, dan karedok.

Khofifah menilai pengakuan dunia terhadap pecel tidak hanya berkaitan dengan cita rasa, tetapi juga mencerminkan kekayaan budaya, tradisi, dan filosofi hidup masyarakat Jawa Timur yang tertuang dalam setiap sajian.

Ia mengatakan keberhasilan tersebut dapat menjadi momentum untuk memperkuat promosi kuliner Nusantara, khususnya makanan khas Jawa Timur, ke pasar internasional.

“Setiap daerah di Jawa Timur punya pecel dengan ciri khas tersendiri. Ini menunjukkan betapa kayanya warisan kuliner kita. Ada pecel yang gurih, pedas, manis, hingga berpadu dengan kuah khas daerah. Semua memiliki cerita budaya yang luar biasa,” katanya.

Beragam jenis pecel di Jawa Timur antara lain Pecel Madiun dengan sambal kacang beraroma daun jeruk purut, Pecel Tumpang Kediri berbahan tempe fermentasi, Pecel Semanggi Surabaya dengan bumbu kacang bercampur petis, Pecel Punten Tulungagung, serta Pecel Rawon dan Pecel Pitik khas Banyuwangi.

Menurut Khofifah, keberagaman tersebut menjadi kekuatan Jawa Timur untuk memperkenalkan kuliner lokal kepada wisatawan domestik maupun mancanegara sekaligus mendorong generasi muda mencintai makanan tradisional.

“Jangan sampai generasi muda justru lebih mengenal makanan luar dibandingkan kuliner daerahnya sendiri. Pecel adalah warisan budaya yang harus terus dilestarikan, dipromosikan, dan diwariskan lintas generasi,” katanya.

Nasi pecel merupakan kuliner tradisional khas Jawa Timur yang terdiri atas nasi putih, aneka sayuran rebus, serta sambal kacang berbumbu cabai, gula merah, kencur, dan daun jeruk. Hidangan ini dikenal kaya serat dan vitamin serta menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Jawa Timur. (ant)

No More Posts Available.

No more pages to load.