Laporan: Budi Dako (Jarber SMSI)
Editor: Mahmud Marhaba
JAKARTA [KP] – Puluhan jurnalis dan Humas Protokol Pemkab Tojo Una-Una, Sulteng, bertandang ke Dewan Pers, di Jakarta, dalam kesempatan Rabu 30 Oktober 2019. Kunjungan itu difasilitasi Bagian Penyiaran, Pemberitaan dan Penyaringan Informasi, Humas Protokol Sekreariat Daerah Touna.
Menurut Kasubag Penyiaran, Pemberitaan dan Penyaringan Informasih Humpro Setda Touna, Astuty Ranga,
selain Dewan Pers, ada juga beberapa media, yakni, Metro TV dan Media Indonesia yang dikunjungi.
Ia menambahkan, kunjungan tersebut dalam rangka meningkatkan kualitas kerjasama dan mempererat hubungan kerja sama media antara Pemkab Touna dengan Media Massa di daerah itu.
Selain itu ia berharap, studi komparasi ke media ternama di Indonesia akan dapat menambah wawasan para wartawan dalam rangka percepatan pembangunan di daerah bumi Sivia Patuju.
“Wartawan yang kita ajak ini adalah para awak media yang bertugas meliput dilingkungan Pemkab dan yang menjalin kerjasama dengan bagian Humas dan Protokol Setda Touna,” ujar Astuty, Rabu (03/11/2019).
“Media adalah bagian dari mitra Pemerintah. Untuk diketahui, dalam kunjungan itu kami bersama rekan-rekan Jurnalis dibekali buku saku wartawan dengan undang-undang No.40 tahun 1999 tentang Pers”, tambahnya.
Sebelumnya, Ketua Komisi Hukum dan Perundang Undangan, Dewan Pers, Muhamad Agung Dharmajaya dalam pertemuan itu memberikan apresiasi kepada Humas dan Protokol Pemkab Touna yang telah memfasiitasi puluhan wartawan untuk berkunjung ke Dewan Pers, di Jakarta.
Muhamad Agung mengemukakan, Dewan Pers akan mendorong peran media sebagai pencerah masyarakat karena begitu banyak informasi palsu atau hoax yang bukan hanya membingungkan tetapi juga menghasut.
Ia memgatakan media sebagai penjernih informasih harus bekerja sesuai fungsinya.
“Memberi informasi, mengedukasi, melakukan kontrol sosial, selain juga menghibur,” ucap Muhamad Agung pada pertemuan itu,
Dewan Pers, kata dia, berkewajiban meningkatkan kapasitas perusahaan pers dan wartawan agar secara perlahan dan kontinyu bergerak kearah lebih baik.
“Wartawan yang kompoten dan profesional diharapkan mampu menghasilkan karya jurnalistik bermutu, mencerdaskan, menginspirasi sehingga bermamfaat bagi audensinya.
Karenanya proses percepatan sertifikasi wartawan dan verifikasi media akan menjadi salah satu program prioritas Dewan Pers, ungkapnya.
Sehingga demikian, tambahnya, akan semakin banyak wartawan yang memahami profesinya dan semakin banyak perusahaan media yang terverifikasi, sehingga memudahkan masyarakat dan lembaga untuk menetapkan mana media yang layak diajak bekerjasama,” tegasnya.
“Masih banyak tugas penting lainnya yang harus dijawab terutama diseminasi perihal berbagai aturan dan standar Dewan Pers kepada lembaga pemerintah di pusat dan daerah agar terciptanya kehidupan pers yang kondusif dan bekerja sama dalam meningkatkan kafasitas SDM pers,” ujar Muhamad Agung.
Ia menegaskan, pers merupakan bagian penting dalam demokrasi ini, karena kita tahu ketika eksekutif bermasalah, yukadirif bermasalah, legislatif bermasalah, pers yang menjadi pilar keempat berdemokrasi yang bekerja.
“Pers yang harus tepat dan kritis untuk menyampaikan kritikan-kritikannya, pers harus menyampaikan peringatan-peringatan sebagai bagian early warning system,” tukas dia. # [KP]





