Breaking News
Live Update Berita Terkini

Nobar di Ambon, Dubes: Sepakbola Memperat Hubungan Indonesia – Belanda

Minggu, 21 Jun 2026
Editor: Jamalul Insan
Warga pendukung tim sepak bola Belanda merayakan kemenangan tim kesayangan mereka dengan berkonvoi di sejumlah ruas jalan di Kota Ambon, Maluku, Minggu (13/7). (ANTARA FOTO)
Dengarkan dgn suara Siap
5.7K pembaca
AMBON  (Kabarpublik.id) – Duta Besar Kerajaan Belanda untuk Indonesia Marc Gerritsen menilai sepak bola menjadi salah satu sarana yang terus mempererat hubungan antara Belanda dan Indonesia, khususnya dengan Maluku yang memiliki keterkaitan sejarah panjang dengan Negeri Kincir Angin.

Dalam kunjungan kerjanya ke Ambon, Maluku, Sabtu (20/6), Marc mengatakan hubungan antara Maluku dan Belanda tidak hanya memiliki dimensi historis, tetapi juga tetap hidup dan berkembang hingga saat ini melalui berbagai interaksi sosial dan budaya, termasuk olahraga.

“Hubungan antara Maluku dan Belanda bersifat historis, tetapi juga masih sangat kuat hingga saat ini. Sepak bola menjadi salah satu alasan yang membuat kita merasa saling terhubung,” kata Marc Gerritsen kepada ANTARA.

Menurut dia, antusiasme masyarakat Maluku terhadap sepak bola Belanda merupakan fenomena yang unik sekaligus mencerminkan kedekatan emosional yang masih terjalin antara kedua wilayah.

Marc menuturkan bahwa sejumlah pesepak bola keturunan Maluku telah memberikan kontribusi penting bagi perkembangan sepak bola Belanda. Nama-nama seperti Simon Tahamata, Giovanni van Bronckhorst, hingga generasi terbaru seperti Tijjani Reijnders menjadi bagian dari perjalanan sepak bola Belanda yang tidak dapat dipisahkan dari kontribusi masyarakat Maluku.

“Belanda sangat berterima kasih atas segala kontribusi yang telah diberikan Maluku kepada negara kami. Maluku sangat penting bagi kami. Kami juga sangat berterima kasih atas dukungan yang terus diberikan masyarakat di sini kepada tim nasional kami,” ujarnya.

Ia mengungkapkan bahwa dukungan masyarakat Maluku terhadap tim nasional Belanda juga mendapat perhatian luas di Belanda. Berbagai video perayaan kemenangan tim nasional Belanda yang dilakukan warga di Ambon dan sejumlah daerah lain di Maluku kerap menjadi perbincangan dan disaksikan oleh masyarakat Belanda.

“Masyarakat di Belanda sering kali terkejut sekaligus sangat senang ketika melihat video bendera Belanda, orang-orang mengenakan jersey oranye, dan perayaan di Maluku setelah pertandingan,” katanya.

Marc mencontohkan konvoi kendaraan yang dilakukan warga Maluku usai pertandingan tim nasional Belanda sebagai salah satu pemandangan yang menarik perhatian publik di negaranya. Menurut dia, momen tersebut menunjukkan bagaimana olahraga mampu menciptakan ikatan yang melampaui batas geografis dan generasi.

Duta Besar Kerajaan Belanda untuk Indonesia Marc Gerritsen saat melakukan kunjungan kerja ke Kota Ambon, Maluku, Sabtu (20/6/2026). Dalam kesempatan itu Dubes Marc ikut acara nonton bareng pertandingan Belanda melawan Swedia pada Piala Dunia 2026 di Ambon. /ANTARA

Selain menghadiri kegiatan bersama masyarakat, Marc mengatakan kunjungannya ke Ambon juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kerja sama antara Kedutaan Besar Kerajaan Belanda di Jakarta dan Pemerintah Kota Ambon.

Beberapa bulan sebelumnya, ia telah melakukan kunjungan resmi ke Ambon dan wilayah Maluku untuk mengenal lebih dekat potensi daerah tersebut. Dalam kunjungan itu, ia menerima undangan untuk kembali menghadiri kegiatan nonton bareng bersama masyarakat.

“Wali Kota dan Pemerintah Kota Ambon menyelenggarakan kegiatan ini, dan saya sangat berterima kasih atas undangannya. Ini merupakan kolaborasi yang baik antara Pemerintah Kota Ambon dan Kedutaan Besar Kerajaan Belanda di Jakarta,” katanya.

Menurut Marc, sepak bola memiliki kekuatan untuk membangun jembatan persahabatan antarbangsa sekaligus mempererat hubungan antarmasyarakat di luar kerja sama formal yang selama ini terjalin antara kedua negara.

“Kami sangat menghargai antusiasme masyarakat Maluku terhadap sepak bola Belanda. Dukungan ini menunjukkan bahwa hubungan antara masyarakat Belanda dan Indonesia khususnya Maluku tetap hidup dan berkembang hingga saat ini,” ujarnya. (ant)

No More Posts Available.

No more pages to load.