TURKI (kabarpublik.id) – Naufal Ubaidillah, Presiden Global Youth Diplomacy Community in Türkiye (GYDCT), berhasil menyelenggarakan Global South Film Festival 2026 di Çemberlitaş Gençlik Merkezi, Istanbul, Turki, pada 28 Juni 2026. Festival film internasional ini menjadi wadah kolaborasi bagi sineas, akademisi, dan generasi muda dalam memperkuat diplomasi budaya negara-negara Global South.
Global South Film Festival 2026 merupakan inisiatif yang digagas langsung oleh Naufal Ubaidillah sebagai pendiri festival. Kegiatan ini mengusung tema “Reframing the World Through Global South Narratives” dengan tujuan menghadirkan perspektif baru dari negara-negara berkembang dalam percakapan global.
Global Youth Diplomacy Community in Türkiye sendiri merupakan organisasi pelajar internasional yang didirikan oleh mahasiswa dari berbagai negara yang sedang menempuh pendidikan di Istanbul. Di bawah kepemimpinan Naufal, organisasi tersebut aktif membangun kerja sama lintas negara melalui program diplomasi pemuda, kebudayaan, dan kepemimpinan global.
Festival ini menayangkan tujuh film karya sineas dari Indonesia, Malaysia, Brasil, Costa Rica, dan Turki. Berbagai film yang diputar mengangkat tema identitas, perjuangan masyarakat, pembangunan, keadilan sosial, hingga dinamika politik dan budaya yang menjadi karakteristik negara-negara Global South.
Selain pemutaran film, festival juga menghadirkan diskusi panel bertajuk “Reframing the World: Global South Narratives Through Cinema”. Forum tersebut menghadirkan sejumlah tokoh perfilman Turki, di antaranya Abdullah Harun İlhan, filmmaker yang pernah mempresentasikan karyanya di Cannes Film Festival, Eren Özkaradeniz sebagai pelopor pemanfaatan kecerdasan buatan dalam industri perfilman, serta sutradara dokumenter Ayşegül Selenga Taşkent yang dikenal melalui karya-karya bertema sosial dan kemanusiaan.
Diskusi dipandu oleh jurnalis TRT World, Onur Varol, yang membahas peran perfilman sebagai instrumen soft power, diplomasi publik, serta sarana membangun perspektif alternatif mengenai negara-negara Global South di tengah dominasi narasi global.
Rangkaian kegiatan juga diisi dengan Workshop Film, Diplomasi, dan Global South yang diikuti peserta dari berbagai latar belakang, dengan mayoritas merupakan mahasiswa internasional. Dalam workshop tersebut, peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk merumuskan rekomendasi strategis terkait penguatan diplomasi budaya melalui perfilman.
Pembahasan mencakup pemanfaatan sinema sebagai instrumen diplomasi, penguatan kerja sama lintas negara, pengembangan ekosistem perfilman Global South, serta strategi membangun narasi global yang lebih inklusif dan berimbang.
Founder Global South Film Festival sekaligus Presiden Global Youth Diplomacy Community in Türkiye, Naufal Ubaidillah, menegaskan bahwa festival ini lahir dari keyakinan bahwa negara-negara Global South memiliki banyak cerita, pengalaman, dan perspektif yang layak mendapatkan ruang lebih luas di panggung internasional.
“Film bukan sekadar karya seni, melainkan bahasa universal yang mampu membangun pemahaman antarbangsa. Melalui Global South Film Festival, kami ingin menghadirkan ruang kolaborasi agar negara-negara Global South dapat saling mengenal, belajar, dan bersama-sama membangun narasi yang lebih adil dalam percakapan global,” ujar Naufal.
Menurutnya, penyelenggaraan festival ini merupakan langkah awal dalam membangun jaringan diplomasi budaya yang lebih luas melalui keterlibatan generasi muda, sineas, akademisi, serta berbagai pemangku kepentingan internasional.
Keberhasilan penyelenggaraan Global South Film Festival 2026 di Istanbul diharapkan menjadi fondasi bagi pelaksanaan festival serupa pada masa mendatang dengan jangkauan yang lebih luas dan partisipasi yang semakin besar dari komunitas perfilman Global South di berbagai negara.
Melalui penyelenggaraan festival ini, Global Youth Diplomacy Community in Türkiye kembali menegaskan komitmennya sebagai wadah kolaborasi internasional untuk memperkuat diplomasi pemuda, pertukaran budaya, dan kerja sama strategis antarnegara Global South dalam menghadapi tantangan global abad ke-21.




