MANILA (kabarpublik.id) – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, menilai Asia Tenggara akan menjadi kawasan yang menentukan arah perkembangan dunia pada abad ke-21. Menurutnya, masa depan serta kemakmuran Amerika Serikat akan semakin bergantung pada stabilitas dan dinamika yang terjadi di kawasan tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Rubio saat menghadiri Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN (ASEAN Ministerial Meeting/AMM) ke-59 di Metro Manila, Filipina, Rabu (22/7).
“Saya sangat meyakini bahwa masa depan dan cerita abad ke-21 akan diciptakan di kawasan ini dan oleh dinamika peristiwa yang terjadi di sini,” ujar Rubio.
Ia menegaskan, hubungan antara Amerika Serikat dan negara-negara Asia Tenggara bersifat saling bergantung, baik dalam aspek keamanan maupun kesejahteraan ekonomi. Karena itu, AS memandang kawasan ASEAN sebagai mitra strategis yang memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan global.
Pertemuan AMM ke-59 beserta rangkaian agenda dengan para mitra dialog ASEAN berlangsung pada 21–24 Juli 2026 di Manila. Forum tersebut dihadiri sejumlah negara mitra, di antaranya Amerika Serikat, China, Rusia, Jepang, India, dan Korea Selatan.
Filipina menjadi ketua ASEAN untuk tahun 2026 sekaligus tuan rumah penyelenggaraan pertemuan tingkat menteri tersebut.
Di sela-sela agenda ASEAN, Rubio juga menggelar pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri China, Wang Yi. Selain itu, ia dijadwalkan bertemu Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov, pada Kamis (23/7), sebagai bagian dari rangkaian diplomasi dalam forum ASEAN.






