News Update
Live Update Berita Terkini

Kementrans Gandeng BP Batam Percepat Pengembangan Rempang

Selasa, 17 Feb 2026
Editor: Eky
Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara meninjau pengembangan Kawasan Transmigrasi Barelang dan program bantuan kapal nelayan di Batam, Kepulauan Riau.(Sumber: transmigrasi.go.id)
Dengarkan dgn suara Siap
39.5K pembaca

BATAM (kabarpublik.id) – Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia memperkuat pengembangan Kawasan Transmigrasi Batam Rempang Galang (Barelang) dengan menitikberatkan pada penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara inklusif dan berkelanjutan.

M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menegaskan, pemerintah memastikan warga Rempang tidak hanya berpindah ke lokasi baru, tetapi juga memiliki sumber penghidupan yang stabil dan produktif.

“Prinsipnya, masyarakat tidak sekadar pindah, tetapi juga harus memiliki pekerjaan yang menghasilkan pendapatan untuk kesejahteraan mereka,” ujar Iftitah usai menghadiri perayaan Tahun Baru Imlek 2577 di Batam, Senin (16/2).

Penguatan pengembangan Kawasan Transmigrasi Barelang dengan fokus penciptaan lapangan kerja dan dukungan sarana ekonomi bagi warga.

Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara, Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi, serta instansi terkait. Disampaikan Senin, 16 Februari 2026; penyerahan kapal dilakukan Desember 2025.

Kawasan Transmigrasi Tanjung Banon, Barelang, Kota Batam, Kepulauan Riau. Untuk memastikan relokasi warga Rempang tetap disertai kepastian kerja dan pendapatan berkelanjutan serta menciptakan iklim investasi yang sehat.

Melalui kolaborasi lintas instansi, pemberian bantuan kapal nelayan 5 GT, serta pelatihan peningkatan kapasitas bagi masyarakat pesisir.

Dalam pengembangan kawasan Rempang, Kementerian Transmigrasi bekerja sama dengan BP Batam dan Pemerintah Kota Batam. Perkembangan kawasan juga dilaporkan secara berkala kepada Agus Harimurti Yudhoyono selaku Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan.

Menurut Iftitah, kondisi Rempang dalam setahun terakhir semakin kondusif. Stabilitas sosial dinilai menjadi modal penting untuk mempercepat pembangunan kawasan sekaligus membangun kepercayaan investor.

Sebagai dukungan konkret, Kementrans telah menyalurkan 16 unit kapal perikanan berukuran 5 Gross Tonnage (GT) kepada nelayan transmigran di Kawasan Transmigrasi Tanjung Banon, Barelang. Setiap kelompok nelayan menerima satu unit kapal lengkap dengan perlengkapan tangkap.

Viva Yoga Mauladi sebelumnya menyatakan bantuan tersebut diharapkan mampu meningkatkan hasil tangkapan dan pendapatan keluarga nelayan.

Selain bantuan sarana produksi, Kementrans bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia dan BP Batam juga menggelar pelatihan peningkatan kapasitas bagi nelayan. Program ini mencakup teknik penangkapan yang lebih efektif hingga pengolahan hasil laut agar memiliki nilai tambah ekonomi.

Pengembangan Kawasan Transmigrasi Barelang diharapkan menjadi model penataan kawasan berbasis dialog, pemberdayaan ekonomi, dan keberlanjutan sosial. Pemerintah menargetkan kawasan ini tidak hanya tumbuh secara ekonomi, tetapi juga menghadirkan kesejahteraan nyata bagi masyarakat setempat.

No More Posts Available.

No more pages to load.