Laporan: Rifaldy Happy (JMSI), Editor: Mahmud Marhaba
GORONTALO [KP] – Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Boalemo, Kasim Maliu meminta pemerintah Provinsi Gorontalo maupun Kabupaten/Kota agar dapat lebih meningkatkan upaya dalam hal pencegahan penyebaran paham-paham ekstrimis.
Pasalnya sampai dengan saat ini Kasim menilai, pemerintah belum secara maksimal memerangi paham ekstrimis ini. “Memang kita berharap pemerintah harus tegas. Karena sejauh ini terkesan ada pembiaran,” ungkap Kasim Maliu usai mengikuti kegiatan do’a untuk Negeri di Masjid Baiturrahim Kota Gorontalo, Kamis (27/08/2020).
Menurutnya jika paham-paham ekstrimis yang cenderung ingin merubah pencasila tidak diseriusi pemerintah, maka bukan tidak mungkin keberadaan Negara Indonesia akan terancam.
“Pasti kalau ini terjadi pembiaran, maka kita tidak bisa bayangkan 10 sampai 20 tahun kedepan Indonesia ini masih ada atau tidak. Saya heran, sudah 75 tahun Negara Indonesia merdeka kok masih ada yang ingin merongrong Pencasila, ini kan lucu,” ujar Kasim.
Lebih lanjut Kasim menerangkan, penyebaran paham ini bukan hanya kalangan masyarakat bawah, akan tetapi di tingkatan elit, penyebaranya sudah cukup merebak luas. Sehingga kata ia pemerintah perlu melakukan pembinaan untuk semua kalangan masyarakat.
“Supaya masyarakat tidak terpengaruh tentunya dengan melakukan proses penyadaran di tingkat bawah maupun tingkat pemerintah. Dan itu bisa dilakukan seperti bersinergi dengan organisasi masyarakat untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan,” terangnya.
Saat ini sasaran empuk kelompok ekstrimis yang berdalih sebagai lembaga dakwah, ujar Kasim ialah para anak muda, sebab rentan terprovokasi. Sehingga pemerintah yang punya otoritas dan memiliki akses meski mesti jeli melihat hal ini.
“Pemerintah provinsi juga harus memberikan pembinaan kepada sekolah-sekolah yang di bawah naungan pemprov. Sebisa mungkin mengintervensi paham ini tidak masuk disekolah-sekolah,” ujar Kasim.#[KP]





