Laporan : Jhen / Editor : YR
SUMATERA BARAT[kabarpublik.id] – Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Lima Puluh Kota, Bapak Akhda Jauhari, S.T., M.A.P., menghadiri upacara penutupan kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa/Nagari (TMMD/N) ke-124 yang dilaksanakan di Nagari Harau, Kecamatan Harau, pada Rabu (4/6/2025).
Program TMMD/N merupakan inisiatif kolaboratif yang diselenggarakan oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam rangka memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat melalui percepatan pembangunan di wilayah pedesaan. Upacara penutupan ini dipimpin langsung oleh Danrem 032/Wirabraja Brigjen TNI Mahfud, dan turut dihadiri oleh Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah, Bupati Lima Puluh Kota H. Safni, unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, serta perwakilan dari berbagai instansi vertikal dan perangkat daerah.
Kehadiran Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Lima Puluh Kota dalam kegiatan ini mencerminkan dukungan aktif instansinya dalam sinergi pembangunan wilayah, khususnya dalam penyediaan dan penataan ruang yang mendukung infrastruktur desa.
TMMD/N ke-124 kali ini berhasil menyelesaikan sejumlah sasaran fisik penting, antara lain pembukaan jalan baru sepanjang 5.600 meter dengan lebar 7 meter, pembangunan gorong-gorong dan plat deker, fasilitas mandi cuci kakus (MCK), penyediaan sarana air bersih, serta renovasi rumah ibadah. Selain itu, turut dilaksanakan pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) melalui kerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).
Tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, TMMD/N juga menghadirkan sasaran non-fisik yang tak kalah penting, seperti penyuluhan bela negara, peningkatan wawasan kebangsaan, pemberantasan narkoba, serta pelatihan keterampilan bagi masyarakat. Langkah ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat secara holistik, baik dari aspek fisik maupun mental.
Penutupan kegiatan ini menjadi penanda keberhasilan kolaborasi lintas sektor dalam mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan. Lebih dari itu, TMMD/N ke-124 di Nagari Harau telah menjadi bukti nyata kekuatan gotong royong antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mewujudkan desa yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera.





