Laporan : Rifaldy Polamolo / Editor : YR
GORONTALO [Kabarpublik.id] – Saat ini banyak wilayah di Kabupaten Gorontalo yang terkena banjir. Bahkan beberapa daerah yang sebelumnya tidak pernah terdampak banjir, kali ini harus ikut merasakannya.
Akibar dari banjir ini sendiri membuat aktivitas masyarakat di daerah tersebut terganggu. Bahkan beberapa akses jalan ikut terhambat. Oleh karena itu, pemerintah daerah harus mencarikan solusi agar bencana alam ini dapat segera diakhiri.
Berkaitan dengan banjir di Kabupaten Gorontalo ini, tentunya Dinas Sosial menjadi instansi yang berperan aktif dalam membantu masyarakat. Akan tetapi hal tersebut nampaknya tidak berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan.
Kepala Dinas Sosial, Husai UI terpaksa harus dicopot dari jabatannya karena dinilai tidak bisa memberikan pelayanan kepada masyarakat ditengah krisis banjir saat ini.
Pemecatan tersebut dilakukan oleh Bupati Gorontalo, Nelson Pomalingo. Kata Nelson, dirinya sudah berusaha mengubungi Kadis Sosial, Husai UI terkait pelayanan kepada masyarakat, akan tetapi tidak mendapatkan respon.
Pemecatan ini kata Nelson, harus dijadikan pelajaran bagi setiap OPD. Jangan sampai ketika masyarakat membutuhkan, OPD hanya cuek dan tidak peduli.
“Ini sebagai warning untuk seluruh OPD, kita ini dipercaya oleh masyarakat, maka kepekaan kita adalah hal yang penting. Masyarakat dalam kondisi susah seperti ini, kita hubungi via telepon tidak bisa.” Ungkap Bupati Nelson. Sabtu (02/10/2021).
Orang nomor satu di Kabupaten Gorontalo itu juga mengatakan, harusnya Dinas Sosial memiliki kepekaan terhadap apa yang dirasakan masyarakat saat ini.
“Setiap OPD harus siap 24 jam dalam kondisi apapun. Saya sudah hubungi satu hari ini tidak bisa, komunikasinya susah. Namanya Dinas Sosial maka kepekaan sosialnya harus tinggi. Harusnya dalam kondisi seperti ini harus stanby.” Tegas Nelson.
Bahkan kata Nelson, pemecatan Husai UI ini juga berhubungan dengan insiden marah-marah yang dilakukan Menteri Sosial, Tri Rismaharini beberapa waktu lalu.
“Semuanya berkaitan, dan ini sudah klimaksnya.” Pungkasnya. #[KP].







