“Meskipun kalah di medan perang, AS memilih untuk menguji tekad kami,” kata Araghchi dalam sebuah unggahan di akun media sosial X.
“Angkatan bersenjata kami yang kuat tidak akan membiarkan serangan atau ancaman apa pun tanpa balasan,” tambahnya, sambil memperingatkan AS untuk “meninggalkan wilayah kami jika Anda ingin aman.”
“Sejarah Teluk Persia memiliki banyak bab tentang nasib buruk para pendatang asing yang mengganggu,” katanya.
Sebelumnya, media Iran melaporkan ledakan dan serangan proyektil di Pulau Qeshm, Sirik, Minab, dan Jask di provinsi Hormozgan selatan, sementara pertahanan udara diaktifkan di Bandar Abbas, Qeshm, dan Sirik.
- Pj. Gubernur Maluku Utara Resmi Buka Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi Program Kepemudaan dan Olahraga Se-Maluku Utara
- Dosen PPI IAIN Gorontalo Tampil di Forum Annual International Conference on Islamic Studies
- Pemprov Gorontalo Kenalkan Destinasi Wisata Lewat Discover Gorontalo 2023 di Hotel Borobudur
Televisi pemerintah Iran kemudian mengatakan gelombang serangan yang dilaporkan telah mereda dan situasinya telah menjadi “hampir tenang.”
Perkembangan itu terjadi setelah Komando Pusat AS (CENTCOM) mengumumkan bahwa pasukan Amerika telah mulai melancarkan serangan “pertahanan diri” terhadap Iran sebagai tanggapan atas jatuhnya helikopter Apache Angkatan Darat AS dalam insiden sebelumnya.
Sumber: Anadolu (ant)







