TEHERAN (kabarpublik.id) – Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, memperingatkan bahwa Teheran akan menghentikan negosiasi dengan Amerika Serikat dan mengambil langkah terhadap Israel apabila operasi militer Israel di Lebanon terus berlanjut.
Pernyataan tersebut disampaikan Ghalibaf melalui kanal Telegram pada Senin (1/6). Menurutnya, Iran telah berupaya selama dua hari terakhir untuk menghentikan serangan Israel, namun tindakan lebih lanjut akan diambil jika situasi tidak berubah.
“Selama dua hari terakhir, kami telah bekerja keras untuk menghentikan serangan Israel. Namun, jika kejahatan-kejahatan ini terus berlanjut, kami tidak hanya akan menangguhkan perundingan, tetapi juga akan bertindak terhadap rezim Zionis,” kata Ghalibaf.
Dalam pembicaraannya dengan Ketua Parlemen Lebanon, Nabih Berri, Ghalibaf juga menegaskan komitmen Iran untuk mendorong terwujudnya gencatan senjata di seluruh wilayah Lebanon.
Ketegangan kembali meningkat setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memerintahkan serangan terhadap sejumlah target Hizbullah di kawasan pinggiran Beirut pada Senin.
Kementerian Luar Negeri Iran menilai tindakan Israel tersebut tidak hanya melanggar gencatan senjata di Lebanon, tetapi juga bertentangan dengan kesepakatan gencatan senjata yang sebelumnya dicapai antara Washington dan Teheran.
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa Israel dan Hizbullah telah menyepakati gencatan senjata setelah serangkaian pembicaraan dengan Netanyahu dan perwakilan Hizbullah.
Konflik meningkat sejak 2 Maret ketika Hizbullah melancarkan serangan roket dan drone ke wilayah Israel di tengah memanasnya hubungan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Sebagai respons, Israel menggempur sejumlah target Hizbullah di Beirut bagian selatan serta wilayah Lebanon selatan dan timur.
Israel juga melancarkan operasi darat di Lebanon selatan dan mengumumkan dimulainya kampanye militer baru terhadap kelompok tersebut.
Meski kesepakatan gencatan senjata dicapai dalam perundingan di Washington pada 16 April, serangan dan operasi militer di kawasan perbatasan masih terus berlangsung. Israel dilaporkan tetap melakukan serangan terhadap sejumlah wilayah di Lebanon selatan, sementara Hizbullah terus melancarkan operasi terhadap pasukan Israel.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti





