News Update
Live Update Berita Terkini

Industrialisasi Menggeliat, Hadirkan Banyak Peluang

Kamis, 5 Nov 2026
Editor: Jamalul Insan
Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya N. Bakrie (Dok. Kadin)
Dengarkan dgn suara Siap
2.7K pembaca

JAKARTA  (Kabarpublik.id) – Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Novyan Bakrie menilai industrialisasi di Indonesia mulai kembali menggeliat dan membuka peluang lebih luas bagi pelaku industri, termasuk industri kecil dan menengah (IKM) di daerah.

Hal tersebut disampaikan Anin, panggilan akrab Anindya, saat melakukan audiensi bersama jajaran pengurus Kadin Indonesia dengan Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji di Kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta Selatan, awal pekan ini.

Anin menyampaikan optimisme terhadap perkembangan industrialisasi nasional. Menurutnya, berbagai narasi yang berkembang di luar belum sepenuhnya mencerminkan kondisi dan potensi industri di Indonesia.

“Kami datang ke sini tentu untuk menyampaikan optimisme kami, bahwa memang industrialisasi itu sudah kembali menggeliat di Indonesia. Untuk itu Kadin Indonesia berkomitmen mendukung semangat Indonesia Incorporated yang diusung Presiden Prabowo Subianto melalui kolaborasi antara perusahaan besar dan pelaku IKM,” ujarnya melalui siaran pers yang diterbitkan Kamis (5/11).

Selanjutnya, semangat gotong royong dalam pembangunan industri perlu melibatkan seluruh skala usaha agar manfaat industrialisasi dapat dirasakan lebih merata. Sinergi antara Kementerian Perindustrian dan Kadin Indonesia, khususnya dalam membangun keterkaitan dan kesesuaian (link and match) antara kebutuhan industri dan kapasitas dunia usaha perlu terus ditingkatkan.

Hingga saat ini jaringan Kadin yang mencakup 38 provinsi dan lebih dari 500 kabupaten/kota menjadi modal penting untuk memperluas partisipasi pengusaha daerah dalam agenda industrialisasi nasional. Dari investasi sekitar Rp2.000 triliun per tahun, lebih dari separuhnya merupakan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).

Potensi tersebut, menurut Anin, perlu terus didorong agar semakin banyak pelaku usaha nasional dapat terlibat dalam program industrialisasi pemerintah. Ia juga menekankan bahwa industrialisasi tidak hanya terbatas pada pengembangan industri berskala besar seperti pengolahan nikel menjadi bahan baku baterai.

“Pengembangan komoditas lokal seperti sagu, alga, dan kelapa juga memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi industri bernilai tambah yang melibatkan pengusaha di daerah. Maka industrialisasi bukan saja yang sifat besar seperti nikel jadi bahan baterai, tapi tadi sagu, alga, kelapa, itu juga merupakan industri yang justru melibatkan teman-teman di daerah untuk naik kelas,” bebernya.

Sementara itu Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji menilai prospek industri nasional sedang baik, ditandai sejumlah indikator manufaktur yang berada di fase ekspansi dan momentum ini harus dimanfaatkan untuk mendorong industri tumbuh lebih tinggi lagi.

“Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Oktober 2026 tercatat 53,77 sementara Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia yang dirilis S&P Global mencapai 54,0. Keduanya berada di atas level 50, yang menandakan aktivitas manufaktur berada dalam fase ekspansi. PMI Oktober bahkan menjadi yang tertinggi dalam 31 bulan terakhir,” katanya.

Situasi ini menunjukkan bahwa kepercayaan investor terhadap Indonesia sedang baik. Saatnya momentum tersebut dimanfaatkan untuk mendorong industri agar tumbuh lebih tinggi lagi.

Pemerintah juga mengapresiasi Kadin dalam memperkuat peran IKM. Perhatian Kadin terhadap pengembangan IKM menjadi modal penting untuk membangun struktur industri yang lebih kuat, inklusif, dan berkelanjutan, terlebih Kadin memiliki jaringan dunia usaha yang luas, mulai dari perusahaan besar hingga pelaku usaha di berbagai daerah.

Untuk itu Kementerian Perindustrian siap memperkuat kolaborasi dengan Kadin, termasuk melalui peningkatan daya saing IKM dan penguatan keterkaitannya dengan industri berskala besar.

“Kesadaran dan perhatian Kadin terhadap industri kecil dan menengah merupakan hal yang luar biasa. Tentu kami menyambut baik dan mendukung langkah tersebut agar semakin banyak IKM yang berkembang dan naik kelas,” pungkas Sarmuji. (Y.iskandar)

No More Posts Available.

No more pages to load.