Breaking News
Live Update Berita Terkini

IHSG Menguat Seiring Koreksi Harga Minyak Imbas Kesepakatan AS-Iran

Senin, 15 Jun 2026
Editor: Jamalul Insan
Ilustrasi : Pekerja mengamati layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (ANTARA FOTO)
Dengarkan dgn suara Siap
6.4K pembaca
JAKARTA  (Kabarpublik.id) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin sore ditutup menguat seiring koreksi harga minyak mentah global dipicu kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran.

IHSG ditutup menguat 247,31 poin atau 4,12 persen ke posisi 6.254,97. Sementara, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 4,56 poin atau 27,23 persen ke posisi 624,68.

“Kesepakatan damai Amerika Serikat (AS) dengan Iran dan koreksi harga minyak mendorong penguatan signifikan IHSG,” ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta, Senin.

Ratna mengatakan penguatan IHSG dipicu oleh berita tercapainya kesepakatan damai AS dengan Iran yang akan ditandatangani di Swiss pada Jumat (19/6/2026).

Optimisme terhadap kesepakatan damai dan dibukanya kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz, mendorong koreksi harga minyak lebih dari 4 persen hingga level sekitar 80 dolar AS per barel (WTI) dan sekitar 83 dolar AS per barel (Brent).

“Pelemahan harga minyak mentah dunia menjadi faktor positif karena meredakan tekanan inflasi dan potensi pelebaran defisit APBN,” ujar Ratna.

Untuk perdagangan hari Rabu (17/6/2026), Ratna memproyeksikan IHSG akan bergerak di rentang kisaran 6.150-6.400.

Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sepuluh sektor menguat dipimpin sektor baku yang naik sebesar 7,28 persen, diikuti oleh sektor industri dan sektor keuangan yang masing-masing naik sebesar 4,63 persen dan 3,70 persen.

Adapun saham-saham yang mengalami penguatan harga terbesar yaitu TRON, BAJA, GPSO, BUKK, dan ATAP. Sedangkan, saham-saham yang mengalami pelemahan harga terbesar yakni ABDA, BCIC, ASPR, TMPO dan DFAM.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 3.258.808 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 54,61 miliar lembar saham senilai Rp30,14 triliun.

Sebanyak 603 saham naik, 125 saham menurun dan 90 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei menguat 5,33 persen ke 69.537,00, indeks Shanghai menguat 1,61 persen ke 4.096,47, indeks Hang Seng melemah 0,50 persen ke 24.842,67, dan indeks Strait Times melemah 1,02 persen ke 5.077,29. (ant)

No More Posts Available.

No more pages to load.