News Update
Live Update Berita Terkini

Hippindo Dorong Ritel Modern Adaptif terhadap Perkembangan Teknologi

Rabu, 26 Agu 2026
Editor: Eky
Penulis: @ANT
Para pengisi acara pembukaan Indonesia Retail Summit and Expo (IRSE) 2026 di Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta, Rabu (26/8/2026). ANTARA/Arnidhya Nur Zhafira
Dengarkan dgn suara Siap
20.2K pembaca

JAKARTA (kabarpublik.id) – Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) mendorong pelaku ritel modern untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan perubahan perilaku konsumen.

Ketua Umum Hippindo Budihardjo Iduansjah mengatakan kemajuan teknologi telah mengubah cara masyarakat berbelanja. Karena itu, strategi penjualan di sektor ritel juga harus mengikuti perkembangan tersebut.

Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2026

Keterangan foto: Poster peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang diperingati setiap 1 Oktober.

“Teknologi sudah sangat maju, jadi cara-cara menjual harus berubah,” kata Budihardjo saat membuka Indonesia Retail Summit and Expo (IRSE) 2026 di Jakarta, Rabu (26/8/2026).

Menurut dia, perubahan perilaku konsumen dapat dilihat dari semakin tingginya minat terhadap kendaraan listrik (EV) yang menawarkan kemudahan sekaligus teknologi baru. Kondisi tersebut, kata dia, menjadi gambaran bahwa konsumen semakin mempertimbangkan nilai tambah dan pengalaman dalam memilih produk.

Budihardjo menilai ritel luring juga perlu melakukan transformasi agar tidak tertinggal dalam persaingan.

“Ritel offline harus melakukan perubahan. Kalau tidak, nanti seperti mobil-mobil konvensional juga, kita akan ketinggalan,” ujarnya.

Selain mendorong transformasi sektor ritel, Hippindo berharap pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan dapat menjaga stabilitas ekonomi di tengah ketidakpastian global.

Budihardjo mengatakan stabilitas ekonomi diperlukan untuk mendorong penciptaan lapangan kerja, pembukaan gerai baru, kelancaran distribusi barang, serta menjaga ketersediaan dan kestabilan harga.

“Kami membutuhkan dukungan pemerintah agar ekonomi dan politik tetap stabil. Kami ingin terus berjuang menciptakan lapangan kerja, membuka toko, mendistribusikan barang, serta memastikan harga dan stok tetap terjaga. Untuk itu, kami membutuhkan kerja sama seluruh pemangku kepentingan,” katanya.

Sementara itu, IRSE 2026 berlangsung hingga Kamis (27/8/2026) dengan mengusung tema “Rethinking Retail: The Future is Customer-Led”.

Ketua IRSE 2026 yang juga Sekretaris Jenderal Hippindo Haryanto Pratantara mengatakan tema tersebut menegaskan bahwa inovasi dalam bisnis ritel harus berangkat dari kebutuhan dan pengalaman pelanggan.

Menurut Haryanto, IRSE 2026 menjadi forum tahunan yang mempertemukan pemerintah, pelaku usaha ritel, pengelola pusat perbelanjaan, pemilik merek, UMKM, investor, akademisi, penyedia teknologi, asosiasi usaha, dan praktisi industri.

“IRSE bukan hanya konferensi dan pameran, tetapi juga ruang kolaborasi untuk memperkuat ekosistem perdagangan Indonesia melalui pertukaran pengetahuan, diskusi kebijakan, adopsi inovasi, penguatan jejaring bisnis, serta penyusunan peta jalan pengembangan industri ritel nasional,” ujar Haryanto.

No More Posts Available.

No more pages to load.