News Update
Live Update Berita Terkini

Hashim Djojohadikusumo Dorong Pemuda Perkuat Kolaborasi untuk Pembangunan

Sabtu, 31 Okt 2026
Editor: Eky
Penulis: @ANT
Arsip Foto-Dewan Penasihat Prasasti Center for Policy Studies Hashim Djojohadikusumo menyampaikan paparannya saat Prasasti Indonesia Policy Forum 2026 di Jakarta, Selasa (13/10/2026). Forum tersebut membahas hasil riset Prasasti tentang masih sedikitnya bisnis di Indonesia yang mampu naik kelas serta pentingnya kebijakan sektor swasta untuk mengatasi hambatan ketenagakerjaan, perizinan, dan pungutan liar yang menghambat pertumbuhan usaha. ANTARA FOTO/Fauzan/tom. (ANTARA FOTO/FAUZAN)
Dengarkan dgn suara Siap
4.4K pembaca

JAKARTA (kabarpublik.id) – Ketua Dewan Kehormatan Rembuk Pemuda, Hashim Djojohadikusumo, menilai forum dialog lintas daerah penting untuk memperluas wawasan generasi muda dan melahirkan gagasan baru bagi pembangunan Indonesia.

Hal itu disampaikan Hashim dalam Rembuk Nasional Pemuda Indonesia (RNPI) III di Jakarta, Sabtu (31/10). Menurut dia, pertemuan pemuda dari berbagai daerah dapat menjadi wadah untuk menyatukan gagasan dan merumuskan solusi atas tantangan pembangunan.

Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2026

Keterangan foto: Poster peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang diperingati setiap 1 Oktober.

“Kita membutuhkan ruang untuk berembuk, menyatukan ide, dan menyamakan arah. Forum seperti ini penting untuk memperluas perspektif dan menemukan pendekatan-pendekatan baru dalam menjawab tantangan pembangunan,” kata Hashim dalam keterangan tertulis.

Hashim mengapresiasi perjalanan Rembuk Pemuda selama tiga tahun dalam mempertemukan generasi muda dari berbagai daerah. Ia berharap forum tersebut terus menjadi ruang pertukaran gagasan dan kolaborasi untuk mendukung pembangunan bangsa serta kepentingan generasi mendatang.

RNPI III mengusung tema “Panggung Gagasan, Karya, dan Aksi Nyata Pemuda dalam Menjemput 100 Tahun Sumpah Pemuda”. Kegiatan ini menghadirkan Mimbar Bebas Aspirasi Daerah dan diskusi panel untuk menampung gagasan serta membahas berbagai persoalan di daerah.

Ketua Dewan Pembina Rembuk Pemuda, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, mengatakan organisasinya terbuka bagi generasi muda dari berbagai latar belakang, mulai dari akademisi, teknokrat, politisi, pengusaha, hingga elemen masyarakat lainnya.

Menurut Rahayu, keterbukaan dalam berdiskusi penting untuk menjembatani perbedaan pandangan dan menghasilkan solusi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Ia juga menyoroti jaringan Rembuk Pemuda yang telah tersebar di 29 provinsi. Jaringan tersebut menjadi sarana untuk menyerap aspirasi dan memahami persoalan daerah secara langsung, sekaligus menghubungkannya dengan para pemangku kepentingan di tingkat pusat.

“Saya berharap kita bisa terus menjaga dan merawat ruang diskusi yang terbuka dan konstruktif,” ujar Rahayu.

Dalam rangkaian RNPI III, Rembuk Pemuda juga mengukuhkan Dewan Pengurus Pusat (DPP) untuk pertama kalinya. Pada kesempatan tersebut, Aidil Afdan Pananrang dilantik sebagai ketua umum.

Aidil mengatakan pengukuhan DPP menjadi langkah untuk memperkuat struktur organisasi dan memperluas kontribusi pemuda hingga ke tingkat akar rumput.

Ia menegaskan bahwa partisipasi pemuda perlu diwujudkan melalui agenda strategis dan program yang terukur. Dengan demikian, gagasan yang dihasilkan tidak berhenti pada forum diskusi, tetapi dapat menjawab kebutuhan masyarakat dan mengembangkan potensi daerah.

No More Posts Available.

No more pages to load.